Relawan Tetap Akan Sebar Tabloid Anies Meski Sudah Dilaporkan ke Bawaslu

Relawan Tetap Akan Sebar Tabloid Anies Meski Sudah Dilaporkan ke Bawaslu

muhammad aminudin - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 19:29 WIB
Tabloid Anies Baswedan disebar di Malang
Tabloid Anies Baswedan yang disebar di Kota Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Anies Baswedan dan relawannya dilaporkan ke Bawaslu buntut penyebaran tabloid Anies di Kota Malang. Pelapornya adalah Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi. Meski dilaporkan ke Bawaslu, relawan Anies tak peduli dan akan tetap menyebarkan tabloid serupa ke depannya.

Relawan Anies P-24 memastikan, mereka akan tetap menyebarkan informasi tentang Anies. Relawan menyebut, sejauh ini tabloid tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

"Saya masih tetap bersama relawan Anies P-24, kita komitmen. Kita akan tetap menyebarkan itu dan menurut saya kita punya kepentingan untuk mendapatkan, kalaupun nanti Pak Anies mencalonkan diri, ya berarti kan animo masyarakat menghendaki Pak Anies memang. Sehingga, partai-partai itu melihat animo masyarakat, animo publik di masyarakat bahwa memang Pak Anies ini banyak pendukungnya," terang Ketua Relawan Anies P-24 Kota Malang Joemawan Muhammad kepada detikJatim, Selasa (27/9/2022).

Joemawan menambahkan, kalaupun ada yang tidak suka dengan tabloid Anies, hal itu menjadi sesuatu yang wajar. Like and dislike, kata Joemawan, sudah biasa dalam demokrasi.

"Ada yang tidak suka ya biasa kan, namanya demokrasi, ada yang suka ada yang tidak suka, biasa kan. Sehingga, itulah tujuan kami menyebarkan ini tabloid ini untuk semakin meluaskan apa namanya informasi tentang Pak Anies di masyarakat," tambah Joemawan.

Relawan sebetulnya heran dengan laporan ke Bawaslu tersebut. Menurut Joemawan, tak ada yang salah dengan penyebaran tabloid Anies.

"Kalau saya pribadi tidak ada yang dilanggar, karena saat ini belum waktunya pemilu. Anies juga belum jadi capres, terus apa yang saya langgar?" ujar Joemawan.

"Pak Anies Baswedan apa sudah jadi Capres? Belum, iya kan? Terus partai partai politik apa sudah mengajukan capres? Belum. Terus saat ini apa sudah pemilu? Belum. Mana yang dilanggar?" lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI oleh Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi. Laporan itu terkait dugaan kampanye terselubung melalui tabloid dengan berjudul 'MENGAPA HARUS ANIES?' yang disebar di Kota Malang.

"Kita hari ini melapor ke Bawaslu RI terkait dengan dugaan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies, pendukung Anies Baswedan di Kota Malang ya, kota Malang. Terjadi penyebaran tabloid di tempat-tempat ibadah," kata Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas PD), Miartiko Gea, di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari detikNews, Selasa siang.

Bukan hanya Anies, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi juga melaporkan relawan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebab, relawan Anies lah yang mengaku menyebarkan tabloid tersebut di Kota Malang.

Tabloid itu dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin, Kota Malang saat salat Jumat dan di Pasar Klojen. Relawan P-24 memang mengaku menyebarkan tabloid itu di pasar, namun mereka menegaskan tidak menyasar masjid.

Jika dilihat, tabloid bernama KBAnewspaper berisi 12 halaman. Tabloid tersebut edisi cetak 28 Februari 2022. Cover-nya memajang foto Anies dengan judul 'MENGAPA HARUS ANIES?'. Seluruh isi kontennya mengulas soal Anies Baswedan.

Di boks redaksi tabloid tersebut, tertera nama Ramadhan Pohan sebagai Founder/CEO. Namun, tidak ada alamat jelas di mana kantor tabloid itu.

Simak juga Video: Anies: MRT Alat Mempersatukan, Presiden-Pengangguran Duduknya Sama

[Gambas:Video 20detik]




(hil/dte)