Pemkot Pasuruan Gunakan Dana Cukai untuk Layanan Kesehatan dan Bansos

Pemkot Pasuruan Gunakan Dana Cukai untuk Layanan Kesehatan dan Bansos

Muhajir Arifin - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 02:03 WIB
sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai
Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai di Kota Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Kota Pasuruan -

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat berperan memerangi peredaran rokok ilegal. Itu sebagai upaya mengurangi kebocoran pendapatan negara.

"Pendapatan negara melalui cukai rokok inilah yang nantinya didistribusikan kepada daerah secara proporsional melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)," kata Gus Ipul saat sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai kepada masyarakat di Aula Kecamatan Bugul Kidul, Senin (26/9/2022).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan ketentuan hukum dan edukasi masyarakat.

"Rokok yang tidak ada cukainya ini tidak menjadi pemasukan negara. Hanya menguntungkan pribadi-pribadi tertentu. Jangan dibeli," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menyampaikan tahun 2022 Kota Pasuruan mendapat DBHCHT sebesar Rp 21 miliar. Dana itu menjadi tambahan bagi Kota Pasuruan dalam melayani masyarakat.

Dana itu dimanfaatkan dukungan permodalan bagi masyarakat atau bantuan sosial lain, bantuan di bidang kesehatan, dan tentunya untuk sosialisasi dan edukasi pemberantasan rokok ilegal.

"Memang jika dilihat dari nominalnya ini sedikit. Namun semoga bisa kita manfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan," terang Gus Ipul.

Gus Ipul berharap masyarakat tidak membeli rokok ilegal. Ia menghimbau masyarakat melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila menemui adanya praktik produksi dan distribusi rokok tanpa cukai.



Simak Video "Momen Pemusnahan 204 Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Asahan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)