Pakar Sebut Penggunaan Mobil Dinas Listrik Masih Perlu Banyak Dukungan

Pakar Sebut Penggunaan Mobil Dinas Listrik Masih Perlu Banyak Dukungan

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 21:08 WIB
Pemerintah tengah mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pemerintah pun menggodok skema subsidi untuk kendaraan listrik.
Pengisian daya mobil listrik (Foto: Grandyos Zafna)
Surabaya -

Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2022. Instruksi itu tentang tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.

Dosen dan Manager SPT Otomotif ITS Dr Bambang Sudarmanta ST MT mengatakan dengan adanya regulasi pemerintah terkait percepatan program pemakaian kendaraan listrik menggantikan kendaraan berpenggerak motor bakar, masih butuh dukungan. Baik dari stakeholder dan semua lapisan masyarakat.

"Dukungan yang dibutuhkan, seperti infrastruktur yang dibutuhkan terkait dengan kendaraan listrik seperti ketersediaan charging station atau swapping station. Mengingat harga kendaraan listrik yang relatif lebih mahal dibandingkan kendaraan berpenggerak motor bakar, dibutuhkan dukungan regulasi subsidi atau kemudahan pendanaan awal kendaraan listrik," kata Bambang, Senin (26/9/2022).

Kemudian dibutuhkan edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait teknologi dan keamanan kendaraan listrik. Untuk wilayah-wilayah yang belum terelektrifikasi, berpotensi untuk menggunakan kendaraan listrik dengan sumber energi photovoltaics.

"Dibutuhkan contoh penguatan ekosistem kendaraan listrik pada institusi-institusi pemerintah, berupa penerapan kendaraan listrik atau sarana edukasi ke masyarakat. Edukasi dan kemudahan regulasi terkait proses konversi kendaraan berpenggerak motor bakar menjadi berpenggerak listrik," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pemerintah untuk mempercepat transisi kendaraan BBM menjadi listrik. Yakni infrastruktur yang dibutuhkan terkait dengan kendaraan listrik, seperti ketersediaan charging station atau swapping station.

"Mengingat harga kendaraan listrik yang relatif lebih mahal dibandingkan kendaraan berpenggerak motor bakar, dibutuhkan dukungan regulasi subsidi atau kemudahan pendanaan awal kendaraan listrik," ujarnya.

Kemudian dibutuhkan edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan teknologi kendaraan listrik dan keamanan kendaraan listrik. Dibutuhkan pula contoh penguatan ekosistem kendaraan listrik pada institusi pemerintah, berupa penerapan kendaraan listrik atau sarana edukasi ke masyarakat.

Lalu edukasi dan kemudahan regulasi, terkait proses konversi kendaraan berpenggerak motor bakar menjadi berpenggerak listrik.

"Penguatan industri komponen kendaraan listrik yang berbasis sumber daya alam dan manusia lokal juga, melalui inisiasi pembentukan start up dari kelompok-kelompok riset di perguruan tinggi maupun di lembaga penelitian dan pengembangan. Kemudian regulasi terkait dengan keringanan pajak untuk kendaraan listrik," pungkasnya.



Simak Video "3 Tantangan Kendaraan Listrik di Indonesia, Nggak Cuma Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)