Manuver Puan Maharani Bisa Ubrak-abrik Koalisi Parpol di Pemilu 2024

Manuver Puan Maharani Bisa Ubrak-abrik Koalisi Parpol di Pemilu 2024

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 12:44 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan ziarah ke makam sang ayah Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Minggu (25/9). Ziarah tersebut Puan lakukan bersama dengan Ketua Umum PKB Ahmad Muhaimin (Cak Imin) Dalam rangka safari politik. Selain itu, Puan juga memberikan kejutan untuk Cak Imin yang berulang tahun ke-56.
Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar saat berada di TMP Kalibata. (Foto: Dok. Puan Maharani)
Surabaya -

Peta koalisi partai politik (parpol) di Pemilu 2024 berpotensi besar masih bisa berubah. Manuver Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dianggap bisa mengubrak-abrik koalisi yang sudah terbentuk. Terbaru, Puan bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9).

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai, pertemuan Puan dengan Cak Imin-sapaan akrab Muhaimin Iskandar bisa menjadi titik balik perubahan peta koalisi. Surokim beranggapan, koalisi partai yang sudah terlanjur terbangun saat ini menjadi tak saklek.

"Semua koalisi masih terbuka dan tambah dinamis hingga akhir tahun. Manuver Mbak Puan menemui semua ketua umum parpol kian membuat peta koalisi semakin dinamis dan kembali mencair," jelas Surokim kepada detikJatim, Senin (26/9/2022).

Menurut Surokim, peta koalisi parpol sebenarnya sudah terbentuk dan mengkristal. Namun setelah Puan bermanuver dengan menemui Cak Imin, koalisi parpol jadi cair lagi.

"Sebelum Mbak Puan bertemu para ketua sebenarnya koalisi hampir sudah hampir hampir bulat, tetapi kini mencair kembali. Semua koalisi, termasuk KIB, Gerindra-PKB, NasDem-PKS-Demokrat, seolah masih harus bersabar kembali menunggu sinyal yang lebih jelas dari PDIP," ungkapnya.

Di mata Surokim, PKB sebenarnya lebih dekat dengan PDIP ketimbang Gerindra. Dua edisi pemilu sebelumnya menjadi bukti kedekatan poros nasionalis-religius tersebut.

"Peluang PDIP-PKB juga masih terbuka, apalagi selama ini di dua pemilu mereka juga berkoalisi dalam pemerintahan. Tentu lebih mudah untuk menyamakan frekuensi," tegasnya.

Gabungan poros nasionalis-religius, kata Surokim, masih laku 'dijual' di Pemilu 2024. Hal itu yang dinilai bisa menggoyahkan koalisi PKB dengan Gerindra.

"Apalagi PKB pasti akan melengkapi ceruk suara karena hingga kini gabungan nasionalis-religius masih dianggap sebagai jurus ampuh mendapatkan suara arus bawah pemilih Indonesia. Bagi PKB menurut saya bisa digandeng PDIP tentu lebih menggiurkan daripada dengan Gerindra dan PKB akan punya banyak coattail effect jika bisa bergabung dengan PDIP. Lebih prospektif untuk PKB," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Puan bertemu dengan Cak Imin di TMP Kalibata. Keduanya berziarah ke makam Taufiq Kiemas, Minggu (25/9). Setelah itu, Puan dan Cak Imin menyempatkan untuk makan pecel bareng.

Kedua sosok itu makin gayeng saat Puan bersama kader PDIP memberikan kejutan kue ulang tahun untuk Cak Imin. Puan mengatakan, ada persamaan antara partainya dengan PKB. Menurut Puan, PDIP dan PKB sama-sama partai 'sandal jepit'.

Keduanya memilih tempat sarapan di warung pinggir jalan dengan makan pecel. Puan mengatakan tidak canggung memilih makan di tempat itu karena sama-sama partai wong sandal jepit.

"Jadi, kalau biasanya pertemuannya itu di kantor di rumah, ini kok malah di tempat pecel ya ini karena kami PKB dan PDI Perjuangan itu partainya wong sandal jepit, wong cilik di grassroot (akar rumput) itu kami selalu bersama," kata Puan.



Simak Video "Gerindra-PKB Belum Bisa Bicara Anggota Koalisi Baru, Takut Disharmoni"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)