Dispendukcapil Surabaya Yakinkan KTP Digital Aman, Begini Penjelasannya

Dispendukcapil Surabaya Yakinkan KTP Digital Aman, Begini Penjelasannya

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 22:47 WIB
Singapura jadi negara pertama di dunia yang integrasikan verifikasi wajah dalam KTP digital, apa fungsinya?
Ilustrasi KTP digital. (Foto: BBC World)
Surabaya -

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya sudah mulai melakukan sosialisasi kepemilikan KTP Digital. Sejumlah keunggulan KTP digital mulai dikenalkan. Selain itu, Dispendukcapil Surabaya juga berupaya meyakinkan bahwa KTP digital aman dari kebocoran data pribadi.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan soal antisipasi kebocoran data KTP digital. Dia menyebutkan bahwa aplikasi dan server KTP digital itu langsung diolah dan dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Pihaknya percaya bahwa KTP Digital ini aman.

"Aplikasi dan server dari sana (pemerintah pusat) semua. Dalam konteks ini aplikasi android, server di jakarta. Saya rasa kami sangat mempercayai dan meyakini sudah disiapkan sebaik mungkin aplikasi untuk itu agar aman. Seperti m-banking, setiap masuk ada (permintaan memasukkan) password," ujarnya, Jumat (23/9/2022).

Meski demikian, Agus mengakui bahwa saat ini sosialisasi KTP digital oleh Dispendukcapil Surabaya belum dilakukan secara masif. Dispendukcapil saat ini memberikan kesempatan kepada warga yang mengajukan permohonan pembuatan KTP elektronik yang hilang atau rusak untuk membuat KTP digital.

Sebelumnya dia menjelaskan bahwa berdasarkan sosialisasi dari Kemendagri ke Dispendukcapil se-Indonesia, KTP Digital disebutkan akan mengurangi sejumlah risiko yang bisa dialami oleh pemiliknya. Salah satunya KTP digital akan lebih jarang ketinggalan di rumah karena bisa diakses di ponsel.

"Kalau tidak bawa atau ketinggalan atau hilang, ada di HP. Tidak beresiko ketinggalan. KTP digital juga susah dipalsu. Kemudian keuntungan kalau untuk anak-anak muda lebih stylish. Kemudian kemudahan dan akurasi lebih bagus KTP Digital," ujar Agus.

Menurutnya, warga yang memiliki KTP Digital lebih mudah melakukan verifikasi atau memvalidasi KTP itu asli atau tidak. Tidak seperti validasi bagi pemilik KTP fisik yang harus dicek keasliannya dengan card reader yang tidak bisa didapatkan semua pihak.

Agus menjelaskan card reader KTP hanya bisa didapatkan setelah adanya kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bisa terkoneksi. Sedangkan dengan KTP Digital, verifikasi bisa dilakukan tanpa alat lain, cukup dengan QR code di aplikasi.

Meski demikian, Agus mengatakan bahwa kepemilikan KTP Digital ini tidak bersifat wajib bagi masyarakat. Keberadaan KTP digital itu menurutnya adalah sebuah pilihan, tergantung pada kenyamanan masyarakat.

"Itu pilihan. Karena kalau ada orang yang usia 70 tahun nanti akan pusing, ya. Pasti lebih suka yang fisik. Jadi pemerintah memberikan pilihan dengan kesukaannya. Warga jadi punya pilihan," ujarnya.

Agus mengatakan sebagai permulaan Pemkot Surabaya menerapkan KTP Digital untuk internal atau pegawai Dispendukcapil. Namun, ia mengungkapkan bahwa pada 6 September 2022 Pemkot Surabaya sudah mulai menawarkan kepada masyarakat melalui kecamatan.



Simak Video "Viral Fetish Foto KTP, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kejiwaan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)