Sidang Perdana Ibu Bunuh Bayinya di Surabaya, Terdakwa Tak Membantah

Sidang Perdana Ibu Bunuh Bayinya di Surabaya, Terdakwa Tak Membantah

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 19 Sep 2022 22:39 WIB
Penganiayaan bayi 5 bulan wonocolo surabaya
Eka Sari Yuni Hartini, terdakwa pembunuhan bayinya sendiri. (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Ibu yang jadi terdakwa pembunuh bayinya sendiri di Siwalankerto Surabaya Eka Sari Yuni Hartini mengakui semua fakta dalam sidang perdana yang ia jalani. Ia sampaikan itu melalui kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penasihat Hukum terdakwa Kafi enggan berkomentar banyak soal sidang perdana kliennya. Namun, mengenai fakta-fakta yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan, ia menyebutkan bahwa terdakwa telah mengakuinya.

"Apa yang menjadi fakta persidangan diakui terdakwa (saat sidang),"ujar Kafi ketika ditemui usai sidang perdana tersebut, Senin (19/9/2022).

Dalam sidang perdana kasus pembunuhan bayi itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina menyampaikan pokok dakwaan bahwa terdakwa telah melakukan penganiayaan terhadap bayinya sendiri.

"Terdakwa menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih bayi karena terus menangis saat dimandikan lalu membawa Dava ke kamar Eti dan memukul punggung bayi itu sebanyak 2 kali," kata Siska saat membaca surat dakwaan.

Eti Suharti Basri, ibu kandung terdakwa sekaligus nenek korban hanya bisa menuruti kemauan putrinya yang memintanya merahasiakan kematian cucunya.

Siska juga menyebutkan bahwa terdakwa memaksa ibunya merahasiakan kematian D hingga 3 hari. Bahkan, jenazah bayi 5 bulan itu dibiarkan membusuk di kamar terdakwa di Jalan Siwalankerto Tengah, Gang Anggur, Surabaya.

Semua itu karena terdakwa kesal bayi D terus menangis kian keras. Untuk itu terdakwa membaringkan D di kasur kemudian dengan keji memukul D supaya berhenti menangis. Hingga tubuh D lemas. "Korban (D) menggerakkan tangan saja," ujarnya.

Meski tahu ulah putrinya, Eti hanya diam dan tidak berani menegur. Berdasarkan keterangan Eti kepada penyidik, perempuan itu mengaku takut karena ia pernah dipukul putrinya karena menegur hal serupa.

Bahkan, kepada penyidik kepolisian Eti menyebutkan bahwa terdakwa juga pernah membanting D. Tapi perempuan itu lagi-lagi tidak bisa berbuat banyak.

Usai peristiwa pemukulan itu Eti yang hanya bisa menyelimuti cucunya. Saat diselimuti itu tubuh D sudah sangat dingin.

Hingga pada Kamis (23/6/2022) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB Eti yang hendak memberi cucunya susu terkejut ketika tahu tubuh D pucat dan tak bergerak sama sekali. Eti pun memberitahu putrinya bahwa D telah meninggal.

Bukan khawatir, terdakwa justru mengancam Eti agar tak memberitahukan hal itu pada siapa pun, termasuk suami terdakwa Ricky Radiyansyah. Terdakwa Eka Sari bahkan mengancam akan membunuh Eti bila membocorkan rahasia itu.

Usai mengancam ibunya terdakwa pergi ke Yogyakarta dengan suaminya dan meninggalkan Eti bersama buah hatinya yang telah meninggal. Eka saat itu menyatakan akan menguburkan D setelah pulang dari Yogyakarta.

Setelah 3 hari berselang, Eti kian sedih. Sementara jenazah bayi D di kamar Eka telah membusuk. Hingga akhirnya ia memberitahu tetangganya M Sultan Adam tentang apa yang telah dialami cucunya.

"Tubuhnya (bayi D) sudah keluar belatung dan (Eti nenek korban) melapor ke Puskesmas," tutur Siska.



Simak Video "Maling Motor di Surabaya Gentayangan, Nih Buktinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)