KPI Minta Masyarakat Tak Agungkan Bjorka

KPI Minta Masyarakat Tak Agungkan Bjorka

Ardian Fanani - detikJatim
Minggu, 18 Sep 2022 00:34 WIB
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardly Stefano di Untag Banyuwangi
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardly Stefano di Untag Banyuwangi/(Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardly Stefano meminta masyarakat tidak mengagungkan Bjorka. Pihaknya meminta masyarakat tak memuji apa yang dilakukan Bjorka yang merupakan tindak pidana yang bisa merugikan masyarakat Indonesia.

Ia ungkapkan itu dalam acara Literasi Digital di depan ribuan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Sabtu (17/9/2022). Ajang ini dilakukan agar mahasiswa melek IT dan tak menyalahgunakan IT sehingga bersinggungan dengan hukum pidana.

Hardly Stefano mengatakan aksi yang dilakukan Bjorka adalah tindak pidana. Karena itu pihaknya mengajak generasi muda dan masyarakat untuk bijak dalam penggunaan IT.

"Terkait dengan Bjorka, ini jangan juga terlalu banyak mendapat pujian atau glorifikasi. Karena apa yg dilakukan Bjorka ini memang adalah sebuah kritik pada pemerintah, tapi jangan dilupakan bahwa yang dilakukan Bjorka ini tindak pidana," ujarnya di depan para mahasiswa.

Memang untuk saat ini, kata Hardly, Bjorka masih menyasar para pejabat negara. Namun para peretas itu juga sudah menyasar masyarakat umum. Terbukti, Bjorka mencuri data-data pribadi masyarakat saat ini.

"Memang saat ini tindak pidana yang dilakukan Bjorka ini saat ini yang kena adalah pejabat publik, tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan menyasar dan merugikan masyarakat Indonesia secara luas. Karena data yang disebarluaskan data masyarakat Indonesia," katanya.

Menurutnya, persoalan data bukan persoalan pemerintah dan bukan hanya persoalan menteri tapi persoalan semua masyarakat Indonesia.

"Ketika data kita, data NIK kita, data nama lengkap, lalu tempat tinggal-tanggal lahir-nama orang tua tersebar luas, bisa dimungkinkan orang dapat data kita untuk mengakses berbagai hal di internet, akun sosial kita, maupun bisa akses akun di perbankan. Maka ini menjadi hal serius," tambahnya.

Oleh karena itu, dia pun mengajak para mahasiswa dan masyarakat ikut membantu pihak keamanan bagaimana agar bisa mengatasi masalah yang dilakukan oleh Bjorka.

"Saya ingin mendorong mahasiswa untuk konsen pada isu keamanan data digital dan dengan itu juga kita mendesak pemerintah agar serius membangun keamanan digital Indonesia. Saya meminta juga kepada katakanlah teman-teman masyarakat sekalian yang punya keahlian untuk kemudian melacak untuk bisa membantu pihak keamanan melacak keberadaan Bjorka," tegasnya.

Dia menjelaskan, saat ini media sosial memegang peranan penting dalam menyebarkan informasi yang disampaikan kepada publik. Namun hal ini tidak terlepas dari penggunaan medsos yang dapat menghasilkan hal positif maupun negatif.

"Oleh sebab itu, karena mahasiswa adalah agen perubahan mereka harus didorong melakukan perubahan-perubahan positif, konstruktif, melalui perkembangan teknologi. Salah satunya medsos," pungkasnya.

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto dalam kesempatan berbeda menuturkan bahwa literasi digital bagi anak didiknya diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi penguatan kebangsaan serta nasionalisme, melalui konten positif yang disebar lewat medsos. Ia sepakat soal tidak mendukung apa yang dilakukan Bjorka.

"Oleh karena itu peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar mahasiswa kami dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna," ujarnya.

Andang menambahkan, mahasiswa tidak hanya dituntut bagaimana memahami UU ITE agar tidak menyalahi aturan dalam menggunakan teknologi informasi digital. Namun di luar itu, mereka dibekali bagaimana membuat konten yang sehat.

"Kita menginginkan anak-anak mampu menjadi agen untuk membuat konten yang sehat, produktif, serta bisa mendorong masyarakat pengguna media sosial ini, makin cerdas," ucapnya.

Andang yakin, jika ke depan para mahasiswa sudah konsisten menciptakan produk positif di medsos, maka dunia digital akan memberikan kontribusi besar dalam membawa bangsa Indonesia makin produktif.

"Tentu produk dari literasi digital nanti adalah generasi yang smart dalam rangka memandang masa depan bangsa ini," pungkasnya.



Simak Video "Polri: Masyarakat Jangan Ikuti Perbuatan Bjorka dalam Menyebar Data!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/sun)