Focus

Suara Ibu Bongkar Teka-teki Kematian Anaknya Dianiaya Santri Gontor Senior

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 09 Sep 2022 15:44 WIB
Soimah mengadu ke Hotman Paris saat bertemu di Palembang (Prima/detikSumut)
Surabaya -

Baru-baru ini terungkap insiden santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) tewas dianiaya. Apalagi kasus ini terbongkar setelah ada pengakuan bahwa korban dianiaya santri senior.

Penyebabnya karena kesalahpahaman yang terjadi. Rupanya, korbannya tidak hanya satu orang. Dua santri lainnya juga mengalami penganiayaan.

Korban tewas ditendang bagian dada hingga sesak nafas lalu meninggal. Dua santri lainnya ditendang paha dengan tongkat pramuka.

Santri Gontor Tewas Diviralkan Pengacara Hotman Paris

Parahnya lagi kasus itu terungkap setelah pengacara kondang, Hotman Paris menviralkan di instagram pribadinya. Saat itu Hotman Paris mendapat aduan dari seorang ibu bernama Soimah asal Palembang, Sumatera Selatan. Dengan menangis histeris, Soimah mengadu bahwa anaknya seorang santri meninggal diduga dianiaya di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.

"Anak saya meninggal di Pesantren Gontor 1 Pak, yang di Jawa Timur," ujar Soimah sambil menangis duduk di samping Hotman Paris di Palembang seperti dilansir detikSumut, Minggu (4/9/2022)

Dijelaskan Soimah, anaknya bernama AM (17) itu meninggal dunia pada 22 Agustus 2022 lalu, pukul 06.45 WIB. Dan dia baru mendapat kabar 3 jam setelahnya, tepatnya pada pukul 10.00 WIB.

"Meninggalnya itu 22 Agustus kemarin, meninggal pukul 06.45 tapi kami baru dikabari pukul 10.00 WIB, awalnya mereka mau bicara sama ayahnya," katanya.

Soimah menduga putranya itu tewas karena dianiaya. Dia berharap kasus kematian anaknya dapat diusut tuntas. Dia pun menjelaskan alasan belum berani melaporkan ke polisi karena kasus ini bersangkutan dengan lembaga besar.

"Meninggalnya karena dianiaya, saya belum berani melapor karena urusannya kan dengan lembaga besar, jadi saya mohon bapak bantu kami," ungkap Soimah sambil terus menangis.

Hotman Paris kemudian menanggapi duka yang dialami Soimah itu. Dia pun menggunggah video di akun Instagramnya meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta segera mengusut kematian anak Soimah yang diduga karena dianiaya.

"Halo Pak Kapolda Jawa Timur, di sini ada seorang ibu yang datang ke saya bertemu Hotman di Palembang, katanya anaknya meninggal di Gontor 1, diduga tindak kekerasan," kata Hotman sembari merekam video.

"Mohon Pak Kapolda menyelidiki soal meninggalnya anak Bu Soimah ini, diduga ada penganiayaan," sambungnya Hotman.

Anak Soimah itu saat ini sudah dimakamkan, namun Soimah menyebut ada kejanggalan pada kematian anaknya itu. "Saat dimakamkan kafannya ada darah, dan ganti kafan sebanyak dua kali," kata salah seorang kerabat Soimah di lokasi.




(fat/fat)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork