Nanas Bahaya Bagi Bumil? Begini Penjelasan Dokter

Nanas Bahaya Bagi Bumil? Begini Penjelasan Dokter

Tim detikJatim - detikJatim
Rabu, 07 Sep 2022 22:27 WIB
Ibu Hamil Dilarang Makan Nanas, Ternyata ini Alasannya
Ilustrasi ibu hamil mengupas nanas/ Foto: iStock
Surabaya -

Ibu hamil (bumil) pasti pernah mendengar bahwa nanas tak baik bagi kandungan. Hal itu disebabkan karena nanas diduga bisa memicu kontraksi. Benarkah itu? Simak penjelasan dokter spesialis Obstetri Ginekologi asal Surabaya, Dr dr Eighty Mardiyan K, SpOG (K) berikut ini.

"Nanas memang sering dikaitkan dengan berbagai kasus keguguran pada ibu hamil. Namun, beberapa penelitian belum bisa secara langsung membuktikan ini," kata dr Eighty saat dihubungi detikJatim, Rabu (7/9/2022).

Menurut dia, beberapa penelitian menunjukkan bahwa nanas merupakan salah satu tanaman yang dipercaya memiliki pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan. Itu disebabkan karena nanas mengandung enzim bromelain yang dapat menstimulasi pengeluaran prostaglandin.

Tapi, betulkah nanas bisa menyebabkan kontraksi untuk persalinan prematur atau keguguran? Berikut penjelasannya.

Apakah nanas bahaya bagi bumil?

Saat ditanya, apakah nanas bisa menyebabkan kontraksi untuk persalinan prematur atau keguguran? Berikut penjelasan dr Eighty.

"Jawabannya, belum tentu," terang dr Eighty.

Lantas, bumil juga kerap bertanya apakah nanas bahaya jika dimakan? Menurut dr Eighty, kandungan berbahaya berupa sterol yang menyebabkan keguguran justru terkandung pada daun nanas.

"Asal makan dalam jumlah wajar, buah nanas tidak terbukti bahaya bagi ibu hamil," ungkap Dosen Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) itu.

Apakah nanas memicu kontraksi?

Menurut dr Eigthy, buah nanas mengandung enzim bromelain dan serotonin. Kedua enzim inilah yang merangsang kontraksi.

"Betul, buah nanas mengandung enzim bromelain dan serotonin. Enzim bromelain yang dapat menstimulasi pengeluaran prostaglandin yang selanjutnya akan menyebabkan stimulasi kontraksi uterus," papar dokter yang bertugas di RSU dr Soetomo dan RSIA MERR Surabaya itu.

"Selain itu, nanas juga mengandung serotonin. Serotonin merupakan neurotransmitter pada sistem syaraf pusat. Pada uterus, serotonin dapat juga berperan merangsang kontraksi uterus," lanjut dr Eighty.

Namun begitu, prostaglandin tidak hanya berpengaruh pada kontraksi uterus hamil. Namun juga memberikan pengaruh terhadap kontraksi uterus pada keadaan tidak hamil.

"Pada saat ovulasi, kadar progesteron meningkat dan akan merangsang pengeluaran prostaglandin dari endometrium. Kemudian akan merangsang kontraksi dari otot polos uterus," jelas wanita berhijab ini.

Simak penjelasan tentang pemanfaatan nanas sebagai perangsang kontraksi saat persalinan di halaman selanjutnya