Makam Pendiri NU di Sidoarjo Mulai Direvitalisasi

Makam Pendiri NU di Sidoarjo Mulai Direvitalisasi

Suparno - detikJatim
Rabu, 31 Agu 2022 18:36 WIB
revitalisasi makam pendiri NU di sidoarjo
Gubernur Khofifah dan Jenderal Dudung melakukan peletakan batu pertama revitalisasi pendiri NU di Sidoarjo (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

KSAD Jenderal Dudung Abdurrahman bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertama revitalisasi makam ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo. Makam tersebut selama ini diketahui berada di Komplek Asrama TNI AD Guspujat Optronik II Puspalad.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jatim Irjen Nico Afianta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintaro, Dandim 0816 Letkol Inf Masarum Djati Kusumo. Ketua NU Jatim KH Marzuki Mustamar.

Tiba di lokasi rombongan langsung melakukan doa bersama ke Makam Islam Sesepuh Ulama Sono Mbah Muchaiyin, Kiai Abu Mansur dan Kiai Zarkasi di Desa Sudokerto, Buduran, Sidoarjo.

KSAD Dudung mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih yang tulus terhadap semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi guna terealisasi revitalisasi Makam Aulia Sono di Kecamatan Buduran Sidoarjo. Dengan harapan semoga pembangunan makam ini diberikan kelancaran serta dapat dikerjakan sesuai dengan rencana.

"Karena makan ini memiliki nilai history yang penting bagi masyarakat Sidoarjo. Karena dahulunya makam tersebut berdiri pondok pesantren terkenal yaitu pondok pesantren Sono. Yang telah melahirkan kiai besar cikal bakal pendiri NU," kata Dudung usai peletakan batu pertama revitalisasi Makam Sono di Buduran Sidoarjo, Rabu (31/8/2022)

Dudung menjelaskan di dalam pondok pesantren Sono telah lahir kiai besar cikal bakal pendiri NU seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Karim pendiri Ponpes Lirboyo, KH Zazuli. Itu terbukti bahwa 200 tahun yang lalu di Sidoarjo merupakan pusat peradapan pendidikan Islam di Indonesia.

"Dari cerita Bupati Sidoarjo bahwa Makam di sini merupakan tempat berkumpulnya para syuhada-syuhada yang memerdekan bangsa ini. Yang memerdekakan bangsa ini seharusnya wajib di hormati, maka tempat ini wajib di revitalisasi," jelas Dudung.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali berharap kedepannya kerja sama antara Pemkab Sidoarjo dan TNI AD dapat terus terjalin dan terpelihara.

"Kami atas nama Pemkab Sidoarjo, dan mewakili seluruh warga Sidoarjo hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para jendral yang. Terlaksananya revitalisasi Makam Sono ini semoga kedepannya tempat ini menjadi destinasi religi, yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Gus Muhdlor.

Banyak ulama besar Indonesia yang pernah berguru di pondok pesantren Sono ini, salah satunya adalah KH. Hasyim Asyari, pendiri NU, pendiri ponpes tebu ireng, pendahulu dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

Gus Muhdlor menambahkan para kiai tersebut merupakan para guru KH Hasyim Asyari, KH Abdul Karim pendiri Ponpes Lirboyo, KH Zazuli pendiri Ploso dan tokoh-tokoh serta kai besar nasional lainnya ditempa dan menimba ilmu di Pondok Sono ini.

"KH Ali Mas'ud bin Said, bin Zarkasi bin Muhayin juga dimakamkan di sini. Jadi ini adalah kompleks makam keluarga pendiri Pondok Sono. Hampir semua kiai besar nasional pernah mondok, menuntut ilmu, ditempa di dua tempat di Sidoarjo yakni yang pertama Pondok Sono, yang kedua pastinya Pondok Siwalan Panji Buduran," tandas Gus Muhdlor.



Simak Video "Momen KSAD Dudung Beri Hormat dan Salaman dengan Panglima TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)