2 Peserta Karnaval di Jatim Meninggal, Ini Saran Dokter Tangani Orang Pingsan

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 30 Agu 2022 18:45 WIB
Peserta karnaval tewas (Foto: Tangkapan Layar)
Surabaya -

Karnaval Agustusan di Tulungagung dan Lamongan membawa korban jiwa. Masing-masing korban meninggal dengan cara berbeda. Di Tulungagung, seorang peserta karnaval tiba-tiba ambruk dan akhirnya meninggal saat berjoget.

Sementara itu di Lamongan seorang peserta karnaval tewas setelah kepalanya terbentur roda gila mesin diesel yang akan ikut Karnaval. Korban adalah Munib (34) warga Desa Banjarmadu, Karanggeneng.

Ada banyak faktor kenapa orang tiba-tiba pingsan. Namun tak banyak yang memahami bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang pingsan. Bahkan, bisa jadi orang tersebut bukan pingsan biasa, melainkan mengalami henti jantung. Tak sedikit pula orang meninggal karena serangan jantung sebelumnya pingsan terlebih dahulu.

Lalu, bagaimana cara memberikan pertolongan yang benar?

Dokter Spesialis Jantung RS Unair dan RSU dr Soetomo, dr M Yusuf SpJP(K) PhD FESC FASCC mengatakan memang sedikit sulit menentukan penyebab pasti apakah pingsan dan meninggal akibat serangan jantung. Harus dilakukan autopsi untuk mengetahui kebenaran lebih lanjut. Akan tetapi jika dari kaca mata epidemiologi, saat ada suatu kematian yang sifatnya mendadak, tidak selalu jantung.

"Tergantung dari populasi, tetapi secara general antara 40-50% dipikirkan jantung. Di antara jantung sendiri memang serangan jantung memang menjadi kontributor terbesar. Kalau misalnya karnaval yang mengikuti para atlet, itu sudah jauh dari serangan jantung. Tapi dia henti jantung karena gangguan irama. Artinya, orang-orang atlet ada kecenderungan misalkan secara genetik ada masalah, merespons dengan latihan berat, jantungnya kurang sesuai perubahannya. Sehingga timbul irama jantung yang tidak bisa terkontrol, terhenti," kata dr Yusuf saat dihubungi detikJatim, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya saat ada orang pingsan, biasanya hanya kehilangan kesadaran. Contohnya, orang kepanasan juga bisa pingsan, orang kekurangan kadar gula darah, juga bisa pingsan. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah orang henti jantung juga terkesan pingsan.

"Bedanya, kalau orang pingsan karena dua awal, nafas dan degup jantungnya ada. Sedangkan orang pingsan oleh karena suatu masalah jantung, baik jantung koroner atau gangguan irama tentu henti jantung. Jadi tidak ada nafas, tidak ada nadi yang bisa didapatkan," ujarnya.

Namun, ada kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam memberi pertolongan pertama kepada orang pingsan. Meskipun dengan tujuan agar orang yang pingsan merespons dan sadar kembali.



Simak Video "Video Pingsan saat Tampil di WATERBOMB Makau, HyunA: Aku Baik-baik Saja!"


(fat/fat)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork