Alasan Warga Hadang Tim Survei, Sebut PT BSI Belum Sosialiasi

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 18 Agu 2022 20:28 WIB
Sejumlah warga yang mengadang Tim Peneliti PT BSI.
Video viral warga saat mengadang Tim Survei PT BSI di Banyuwangi. (Foto: tangkapan layar/detikJatim)
Banyuwangi -

Pengadangan Tim survei dari operator tambang emas PT Bumi Suksesindo (BSI) bukan tanpa alasan. Pengadangan dilakukan warga diduga karena belum ada sosialisasi yang dilakukan perusahaan tambang emas.

Peristiwa pengadangan ratusan warga itu terjadi di pertigaan Mbah Marwah, Kampung Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis (18/8/2022).

"Ada yang tidak terima. Karena selama ini warga belum menerima sosialisasi terkait rencana survei itu," ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi kepada detikJatim.

Hingga akhirnya penolakan adanya kegiatan itu pun muncul. Warga menuntut PT BSI melakukan prosedur yang diinginkan warga.

"Pengakuan warga belum sama sekali dilakukan sosialisasi di Balai desa atau balai Dusun setempat," tambahnya.

Hingga akhirnya, perwakilan dari PT Bumi Suksesindo menyanggupi adanya kegiatan sosialisasi. Karena menurut pengakuan warga, kegiatan sosialisasi survei geometri Gunung Salakan belum dilakukan sama sekali.

"Katanya sih dari BSI belum ya (sosialisasi). Makanya nanti dari manajemen pak Bambang turun menjelaskan ke masyarakat," pungkasnya.

Kondisi sekitar pertambangan emas di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi memanas. Hal ini seiring dengan adanya dugaan pengadangan sejumlah petugas survey dari PT. Bumi Suksesindo (BSI) yang akan melakukan membuka jalur penelitian di Gunung Salakan.

Aksi ini viral di media sosial, Kamis (18/8/2022). Video berdurasi 1 menit 15 detik terlihat beberapa warga menghentikan kendaraan milik polisi yang mengawal tim survey PT BSI.

Beberapa warga berdebat dengan Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi. Warga menolak adanya tim survei untuk masuk wilayah Gunung Salakan.

"Piye ngene iki. Lek koyo ngene iki masyarakat geger pastine (bagaimana ini, kalau seperti ini terus geger masyarakat)," ujar salah satu warga dalam video itu.

Kalimat itu ditujukan kepada aparat kepolisian yang diduga melakukan pengawalan. Sebab masyarakat tidak mau jika Gunung Salakan ditambang.

"Iya berarti salah paham ini. Nanti ya sudah kami tarik kembali," ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi.

Rombongan dari PT. Bumi Suksesindo itu akan melakukan pembukaan jalan untuk survei geometri di Gunung Salakan. Mereka berjumlah 23 orang. Di antaranya tim survei berkah 7 orang dari PT BSI, dan 16 orang dari warga lokal yang memandu jalur pembukaan jalan.



Simak Video "Panas! Warga Banyuwangi Ramai-ramai Tolak Tambang Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)