Semarak Perayaan HUT ke-77 RI di Malang Usai Vakum 2 Tahun gegara Pandemi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 17 Agu 2022 17:47 WIB
Semarak perayaan kemerdekaan di Kota Malang
Semarak perayaan kemerdekaan di Kota Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Beragam cara dilakukan warga Kota Malang untuk memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-77. Mulai dari karnaval atau pawai hingga perlombaan digelar di sejumlah kampung di Kota Malang.

Salah satunya yakni karnaval yang digelar oleh warga di lingkungan RW 07 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pawai diikuti puluhan warga dari anak-anak hingga orang dewasa.

Mereka terlihat antusias mengikuti karnaval yang sempat ditiadakan karena pandemi COVID-19 tengah melanda Indonesia dua tahun terakhir. Beragam cosplay dikenakan warga sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77 jatuh pada hari ini.

"Kegiatan rutin kami gelar setiap tahunnya untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga kami dari RT 1-16 berlomba-lomba untuk menampilkan kreativitasnya," kata Ketua RW 07 Kelurahan Jodipan, Ma'un, Rabu (17/8/2022).

Rangkaian karnaval diawali pertunjukan seni bantengan menyusuri Jalan Muharto, Kota Malang. Jalan ini merupakan titik awal perjalanan.

Adanya karnaval ini juga menyedot animo warga untuk menyaksikan di sepanjang jalur yang akan dilintasi. Tak hanya itu, pengguna jalan tengah melintas memilih berhenti oleh melihat keseruan penampilan peserta.

"Tak kira ada apa jalannya padat, ternyata ada karnaval. Cukup menarik, karena lama kita tidak lihat ada karnaval Agustusan," ujar Yuliani salah satu pengguna jalan.

Semarak perayaan kemerdekaan di Kota MalangFoto: Semarak perayaan kemerdekaan di Kota Malang (Muhammad Aminudin/detikJatim)

Setelah melintasi perempatan Jalan Muharto, peserta karnaval meneruskan perjalanan menuju Jalan Jodipan Wetan.

Selain karnaval, sejumlah perlombaan juga digelar warga Kota Malang tepat di hari kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia.

Seperti warga Jalan KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang menggelar perlombaan dengan memanfaatkan sungai Amprong yang mengalir di wilayah perkampungan mereka.

Lomba meraih lingkaran terbuat dari bambu diperlombakan. Untuk meraih itu, peserta harus berjalan diatas batang bambu yang dipasang menjorok diatas aliran sungai.

Banyak peserta gagal, meraih lingkaran tersebut. Dan mereka tercebur ke aliran sungai. Keseruan perlombaan ini, banyak diikuti anak-anak muda di wilayah setempat.

Berbeda dengan warga Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mereka memilih perlombaan gepuk bantal di atas sungai. Hadiah utama satu sepeda angin akan diberikan bagi peserta yang kuat menahan pukulan dan tak terjatuh ke aliran sungai.



Simak Video "2 Konten Kreator TikTok Sukses Cetak Rekor MURI"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)