PKB Jatim Sebut Duet dengan Gerindra Dahsyat, Tetap Usul Gus Muhaimin Capres

Faiq Azmi - detikJatim
Selasa, 16 Agu 2022 23:10 WIB
Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah
Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

DPW PKB Jatim menyambut baik kesepakatan koalisi dengan Partai Gerindra. Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah menyebut, pihaknya masih mengusulkan Gus Muhaimin sebagai Calon Presiden 2024.

"Kalau di Jawa Timur merepresentasikan 38 kabupaten/kota menghendaki ketum sampai detik ini ya calon presiden. Sejak muktamar di Bali kita sudah deklarasi Gus Muhaimin capres," kata Anik di DPRD Jatim usai Rapat Paripurna Istimewa, Selasa (16/8/2022).

Anik menyebut warga NU yang preferensi politiknya PKB, termasuk badan otonom NU seperti Muslimat-Fatayat tetap menghendaki Gus Muhamin sebagai Capres.

"Juga termasuk kiai ponpes yang preferensi politiknya PKB, menginginkan Gus Muhaimin capres. Itu kaitannya dengan yang kami hendaki, tapi keputusan mutlak dari Gus Muhaimin. Apapun keputusannya kita siap melaksanakan sampai membuahkan hasil," jelasnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Jatim ini, siapapun calon yang berkoalisi dengan PKB pasti menang di Pilpres. Peruntungan itu diharapkan juga bisa terjadi pada tahun 2024.

"Selama kontestasi Pilpres calon yang didukung PKB selalu menang, mulai zaman Gus Dur, Pak SBY, hingga Pak Jokowi kita pendukung pemerintahan. 2024 ini momennya mengembalikan politik tahun 1999 di mana PKB mengantar seorang presiden yaitu Gus Dur," jelasnya.

Anik menilai koalisi PKB dan Gerindra sangat dahsyat. Sebab, kedua partai memiliki ketua umum seorang panglima. Di mana Ketum PKB Gus Muhaimin adalah panglima para santri.

"Kami optimis untuk bisa menang karena memang faktanya keduanya tokoh sama-sama panglima. Pak Prabowo adalah panglima militer dan Ketum Gus Muhaimin panglima santri. Artinya kekuatan dahsyat, yang namanya panglima punya strategi dan anak buah yang kualitasnya terjaga," terangnya.

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Jatim II (Sidoarjo) ini menjelaskan, duet PKB-Gerindra merupakan nasionalis-religius. Segmen kedua partai disebutnya berbeda.

"Kebetulan keduanya segmennya tidak beririsan. Ketum Gus Muhaimin religius, Pak Prabowo nasionalis. Karena tidak beririsan akan semakin menambah kekuatan, sehingga ini pasangan dahsyat," katanya.

"Saya melihat pas pidato kemarin sudah ada chemistry antara Gus Muhaimin dan Prabowo, saya kira cepat sekali nyambung PKB dan Gerindra. Keduanya sama-sama punya massa kuat," sambungnya.

Meski berharap Gus Muhaimin Capres, Anik menyerahkan penuh keputusan tersebut ke ketua umum.

"Penentu calon siapa capres-cawapresnya, beliau berdua sebagai Ketum. Diperlukan kerja politik bersama antara PKB dan Gerindra untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. Kerja sama bisa kerja bareng memobilisir massa bareng, atau kerja sendiri-sendiri sesuai segmennya. Kami lebih ke kelompok Nahdliyin, Gerindra ke abangan nasionalis," tandasnya.



Simak Video "Prabowo hingga Anies Masuk Radar PKS untuk Diusung Jadi Bakal Capres"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)