Penyegelan Gedung MTs dan MA di Banyuwangi gegara Ada Konflik Internal

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 17 Agu 2022 03:03 WIB
MTs dan MA Darul Huda Alasbuluh yang disegel hingga guru dan siswa telantar
MTs dan MA Darul Huda Alasbuluh yang disegel hingga guru dan siswa telantar. (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Ratusan pelajar MTs dan MA Darul Huda, Wongsorejo, Banyuwangi telantar selama dua hari terakhir karena sekolah mereka disegel. Mereka sudah dipersilakan melanjutkan belajar mengajar di ruang kelas baru yang disediakan. Namun pemindahan itu ditolak oknum dewan guru MTs dan MA itu.

Ruang kelas baru yang disediakan berada di sebelah utara madrasah yang selama ini mereka tempati. Ruang kelas ini dibangun dua tahun terakhir pasca-Yayasan Darul Huda Alasbuluh bubar dan semua asetnya diserahkan ke Yayasan Nurul Abror Robbaniyyin.

"Solusi dari penutupan gedung MTs dan MA Darul Huda sudah jelas. Kami sudah angkut semua kebutuhan KBM ke lokasi baru di utara," ujar Ahmad Subhan, kuasa hukum Yayasan Nurul Abror Robbaniyyin kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).

Namun, kata Subhan, oknum dewan guru MTs dan MA Darul Huda tak mau menempati ruang kelas baru. Bahkan mereka cenderung memprovokasi pelajar untuk melakukan aksi dengan duduk di jalan, memegang tulisan-tulisan yang bernada provokatif.

Menurut Subhan, Yayasan Darul Huda Alasbuluh yang dikomandoi Saifuddin mengadakan pertemuan besar melibatkan semua pengurus yayasan dan dewan guru mulai tingkat RA sampai MA.

Pertemuan yang dilaksanakan di salah satu gedung sekolah putri di Pondok Pesantren Nurul Abror Al-Robbaniyin itu telah berlangsung pada Minggu (5/7/2020).

"Dalam pertemuan itu, Saifuddin membacakan beberapa kesepakatan internal Yayasan Darul Huda. Salah satunya, Yayasan Darul Huda membubarkan diri dan menyerahkan serta melimpahkan semua asetnya kepada yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin," katanya.

Untuk sementara lembaga MTs dan MA Darul Huda ditutup. Pernyataan Saifuddin ini disertai bukti fisik audio visual yang masih tersimpan dengan rapi.

"Karena yayasan Darul Huda menyerahkan semua aset kepada Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin, maka kami sebagai penerima memproses agar semua aset bisa terselamatkan dan dipergunakan dengan baik, termasuk gedung MTs dan MA Darul Huda," tegasnya.

Namun itikad itu mendapat halangan yang cukup keras dari oknum-oknum guru MTs dan MA Darul Huda. Dengan menjadikan oknum masyarakat sebagai bemper, seolah-olah ingin membenturkan yayasan dengan masyarakat.

Bersamaan itu, kepala MA Darul Huda Abdurrahman meminta keringanan waktu 1 atau 2 tahun untuk berusaha membuat bangunan gedung sekolah di utara. Setelah dua tahun ia berharap gedung sudah berdiri.

"Sebenarnya mereka sudah mendapat tanah jariyah dari salah satu masyarakat, dan sudah dibangun 3 ruang kelas. Tapi anehnya mereka juga tidak mau pindah," pungkasnya.

Ratusan siswa MTs dan MA serta guru di Yayasan Darul Huda, Dusun Krajan, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, tergusur dari sekolahnya sendiri. Konflik itu muncul diduga karena sengketa lahan.

Tak hanya itu gedung sekolah juga disegel sejak Sabtu (13/8/2022). Ini karena salah satu warga mengklaim sebagai pemilik lahan.



Simak Video "Sekolah di Purwakarta Disegel Pemilik Tanah, KBM Tetap Berjalan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)