Polemik Sekolah di Banyuwangi Disegel, Yayasan Minta Tak Main Hakim Sendiri

Ardian Fanani - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 09:45 WIB
Siwa belajar dan protes sekolah disegel di Banyuwangi
Siswa belajar dan protes sekolah disegel di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Ratusan siswa MTs dan MA serta guru di Yayasan Darul Huda, Dusun Krajan, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, tergusur dari sekolahnya sendiri. Konflik itu muncul diduga karena sengketa lahan.

Tak hanya itu gedung sekolah juga disegel sejak Sabtu (13/8/2022). Ini karena salah satu warga mengklaim sebagai pemilik lahan.

Persoalan tersebut dibenarkan Abdurahman, Kepala MTs dan MA setempat. Menurutnya gedung sekolah yang disegel tersebut berdiri dari tanah wakaf yang diberikan kepada pihak Yayasan Darul Huda.

"Ini masalah internal sebenarnya. Ada yang ingin menguasai lahan dengan melakukan penyegelan. Sampai saat ini gedung sekolah masih disegel," kata Abdurahman saat dikonfirmasi, Senin (15/8/2022).

Abdurahman menambahkan karena konflik internal yang awalnya muncul dari salah satu oknum guru yayasan, akhirnya berdampak kepada para siswa.

"Kalau ada masalah monggo dibicarakan baik-baik, jangan seenaknya sendiri, jangan korbankan siswa selaku penerus bangsa," sesalnya.

Pihaknya mengaku telah menunjuk pengacara untuk mengawal perkara tersebut. Sebab, pihaknya telah mengantongi secara legalitas formal Kemenkumham hingga sertifikat atas nama yayasan yang dinaungi.

"Kami sudah menyerahkan kepada pengacara, nanti ada gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Jangan sampai ini terus berlarut-larut," tambahnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan kejadian ini. Abdurahman menuturkan, jika memang ingin menguasai lahan silahkan diselesaikan di pengadilan.



Simak Video "Sekolah di Purwakarta Disegel Pemilik Tanah, KBM Tetap Berjalan"
[Gambas:Video 20detik]