2022 Peserta Penari Bujangganong dan Sufi Turun ke Jalan Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 10 Agu 2022 10:22 WIB
Pentas kesenian di Ponorogo.
Foto: dok. Charolin Pebriatni/detikJatim
Ponorogo -

Sebanyak 2022 penari, baik bujangganong dan 100 penari sufi meramaikan parade di Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jenderal Sudirman. Tari massal ini pun tercatat di MURI.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan kegiatan ini untuk mengukuhkan Ponorogo sebagai kota budaya dan santri. Penggabungan bujangganong dan sufi dalam satu pentas.

"Mudah-mudahan hari ini yang tercatat di MURI bukan hanya jumlah penari saja namun juga budaya kami," tutur Giri saat memberikan sambutan, Selasa (9/8/2022).

Giri menambahkan sebagai masyarakat Ponorogo harus patut bangga dan bersyukur. Pasalnya, lahir dari kota budaya adiluhung, Reog.

"Menurut saya, bujangganong adalah sufi Jawa, ini atraksi luar biasa. Mereka bertopeng, tidak mau diketahui siapa yang menari," papar Giri.

Tari sufiTari sufi Foto: dok. Charolin Pebriatni/detikJatim

Menurutnya, kali ini menjadi saksi sejarah pagelaran pentas tarian bujangganong dan sufi secara bersamaan. Menari sufi punya kesulitan berputar-putar sedangkan bujangganong sulit karena ada atraksi jungkir balik.

"Adanya kegiatan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," tukas Giri.

Pantauan detikjatim, penampilan 2022 penari bujangganong dan sufi digelar pukul 16.00 WIB. Setelah selesai tampil, MURI pun memberikan piagam penghargaan.

Sementara, salah satu peserta Dwi Noto Nugroho mengaku persiapan dilakukan selama 4 hari. Dia bersama 17 rekannya ditunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk menari bujangganong.

"Karena ini tradisi, jadi ikut melestarikan. Saya senang," pungkas Dwi.



Simak Video "Pelestarian Kesenian Jaranan di Bali Digelar Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)