Blitar

Megah dan Merakyat, Festival Kresnayana VIII Ditutup Wabup Blitar

Fima Purwanti - detikJatim
Minggu, 07 Agu 2022 13:10 WIB
Megah dan Merakyat, Festival Kresnayana VIII Ditutup Wabup Blitar
Foto: detikcom/Fima Purwanti
Blitar -

Wakil Bupati Blitar menutup secara resmi Festival Kresnayana VIII di Amphiteater Penataran. Pagelaran kolosal yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-698 ini berlangsung spekatakuler.

Festival Kresnayana VIII judul "War Strategy of Kresna" atau Strategi Perang Kresna melibatkan ratusan seniman dengan dukungan sponsor utama yakni, PT Unirama Duta Niaga. Tata panggung, musik hingga lighting mengundang decak kagum para undangan maupun masyarakat yang menyaksikan secara langsung.

"Alhamdullilah, Festival Kresnayana VIII berlangsung dengan megah dan meriah. Festival ini tidak hanya kebanggan masyarakat Blitar, tapi juga kebanggan Jawa Timur. Saya pribadi bangga bisa terlibat dalam ikut melestarikan seni budaya ini, " ujar Wabup Blitar, Rahmat Santai usai menutup Festival Kresnayana VIII, Sabtu (6/8/2022).

Tidak hanya bangga, ia juga mengaku gembira dengan Festival Kresnayana VIII yang melibatkan masyarakat, terutama pedagang kecil untuk berjualan di sekitar lokasi Amphiteater Penataran. Pada Festival Kresnayana kali ini, Pemkab Blitar menyediakan puluhan stand untuk pedagang kaki lima.

"Seni budaya kita lestarikan, wisata kita bangkitkan dan ekonomi rakyat juga harus kita gerakkan. Sinergi semacam ini harus kita pertahankan dan lanjutkan di even-even lain. Terima kasih kepada seniman panatia dan juga para sponsor, " terang Wabup yang akrab dipanggil Makdhe Rahmat ini.

Festival Kresnayana VII merupakan pagelaran mengangkat ketokohan Sri Kresna dalam membawa pesan perdamaian dunia. Kisah Kresnayana ini ada pada relief Candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

"Festival Kresnayana ini masuk top 10 Pentas Seni Budaya terbaik versi Disparbud Jatim, " terangnya.

Khusus Festival Kresnayana VIII berjudul "War Strategy of Kresna" berkisah tentang Perang Baratayudha. Kisah pertempuran besar antara Pandawa dan Kurawa atas karma cinta, murka dan tahta.

Namun hakekatnya, Kata Makdhe Rahmat, Baratayudha hanya sekadar pintu surga bagi senopati yang bukan pencundang kematian. Baratayudha adalalah muara penyesalan berkepanjangan bahwa kedamaian hanya petaka. Sosok yang bisa menyelamatkan kedamaian dunia itu adalah Kresna dengan strategi mengatur kemenangan Pandawa.

"Banyak pesan yang bisa kita petik dari kisah Perang Baratayudha ini. Kisah pertempuran nafsu buruk dan nafsu baik. Setiap orang harus mampu memenangkan nafsu baik untuk mendapatkan kebahagiaan abadi," pungkasnya.



Simak Video "Festival Musik Gudfest Bakal Tampilkan Kolaborasi Musisi Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)