Wakil DPRD Jatim Minta Dinas Pertanian Siapkan Antisipasi Gagal Panen

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 05 Agu 2022 00:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bertemu petani Pasuruan
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bertemu petani Pasuruan. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bertemu dengan perwakilan kelompok tani (Poktan) di Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/8/2022). Pada pertemuan itu, Sadad menerima banyak keluhan dari tiga Poktan.

Salah satu petani, Mat Basa mengalami gagal panen. Dirinya mengaku merugi karena hasil penjualan gabahnya hanya sekitar 60 persen dari modal yang dikeluarkan.

Tidak hanya masalah itu, Ketua Poktan H Abdullah juga mengeluhkan soal tidak seragamnya waktu tanam dari petani. Keluhan para petani ini, kata Abdullah, merupakan masalah rutin setiap tahun. Misalnya kelangkaan pupuk, harga gabah yang anjlok saat panen raya, dan hama.

"Petani yang mulai menanam bulan Mei tidak mengalami kendala, tapi yang mulai tanam di bulan April sebagian besar gagal," katanya.

Merespons keluhan para petani, Gus Sadad menyebut, gagal panen di sejumlah titik daerah di Jatim harus direspons serius oleh pemerintah daerah dan provinsi.

"Alarm bahaya produksi panen padi yang bakal turun sayup-sayup mulai terdengar. Beberapa waktu lalu petani di Ngawi mengeluh soal gagal panen yang mereka alami. Hari ini dari tiga kelompok tani di Pasuruan mengeluhkan gagal panen," kata Gus Sadad.

Menurut Gus Sadad, kegagalan panen tersebut salah satunya disebabkan faktor cuaca yang belum memungkinkan. "Tiga Poktan tersebut mengelola sawah seluas 110 hektare. Sayangnya ada sekitar 30 hektare di antaranya mengalami gagal panen," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPD Gerindra Jatim ini meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi harus segera mengambil langkah untuk mengantisipasi potensi penurunan panen padi.

"Lepas dari apapun penyebab gagal panen yang terindikasi di beberapa titik di kabupaten atau kota, Pemprov Jatim melalui dinas pertanian harus segera melakukan langkah antisipatif untuk melindungi pertanian di Jatim," tandasnya.



Simak Video "Bantu Petani, ASN di Klaten Jateng Wajib Beli Beras 10 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)