Trenggalek

Pemkab Trenggalek Targetkan Tambah 35 Desa Wisata Baru pada 2022

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 01 Agu 2022 20:29 WIB
Desa Wisata di Trenggalek
Foto: detikcom/Adhar Muttaqin
Trenggalek -

Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus menggenjot program pembentukan Seratus Desa Wisata (Sadewa) untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Tahun ini ditargetkan akan bertambah 35 desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, mengatakan pascadiluncurkan tahun lalu, program Sadewa telah memasuki tahun kedua dan memiliki perkembangan yang positif. Sejumlah desa wisata, kini mulai banyak didatangi pengunjung.

"Ini memasuki tahun kedua, kami sedang melakukan perencanaan dan pendampingan secara instensif untuk membentuk 35 desa wisata baru di tahun 2022 ini," kata Sunyoto, Senin (1/8/2022).

Untuk memaksimalkan pendampingan tersebut, Disparbud Trenggalek menggandeng East Java Ecotourism Forum (EJEF), yang memiliki pengalaman tentang manajemen pengelolaan wisata desa. Pihaknya berharap dengan perencanaan dan strategi yang matang puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mampu melakukan pengelolaan wisata desa secara maksimal.

"Persiapan ini kami lakukan secara bertahap. Akhir tahun ini targetnya 35 desa wisata baru bisa terbentuk," ujarnya.

Dengan tambahan 35 desa wisata, maka Trenggalek telah memiliki 70 desa wisata, dari target pembentukan 100 desa wisata. "Tahun depan kami tambah lagi hingga 100 desa wisata," jelasnya.

Sunyoto menjelaskan, saat ini perkembangan desa wisata di Trenggalek dinilai cukup baik. Bahkan beberapa di antaranya mulai diminati oleh para pelancong.

"Alhamdulillah setahun terbentuk, sudah ada yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI), yaitu Desa Wisata Pandean. Saat ini mereka banyak dilirik wisatawan dari berbagai kota," imbuhnya.

Beberapa desa wisata yang dinilai memiliki perkembangan yang positif di antaranya, di Desa Wisata Pandean, Desa Wisata Sawahan, Desa Wisata Tegaren, Wisata Tebing Lingga dan sejumlah desa lain.

"Meskipun sudah mulai berkembang masih tetap kami dampingi, baik itu terkait pengembangan sumberdaya manusia atau pengelolaannya," jelas Sunyoto.

Kadisparbud mengaku untuk mewujudkan program Sadewa, tidaklah mudah. Mengingat kesiapan SDM dan sistem pengelolaan di masing-masing desa bervariasi.

"Ada juga yang mandek, setelah kami teliti persoalannya adalah SDM dan tata pengelolaan. Meskipun masih mandek, tetap kami dorong dan libatkan di setiap kegiatan pendampingan, agar mereka tergugah kembali untuk berkembang," kata Sunyoto.

Pemkab Trenggalek sengaja menggenjot program Sadewa demi menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui sektor pariwisata. Dengan meningkatnya kunjungan wisata di masing-masing desa diharapkan akan terjadi efek domino terhadap ekonomi masyarakat sekitarnya.

"Ketika desa wisata maju, maka sekitarnya juga bisa menikmati hasilnya, apakah itu dari penginapan, kuliner maupun yang lain. Karena basisnya adalah desa, maka harapannya membawa manfaat untuk desa itu," jelasnya.

Pemerintah daerah menilai setiap desa di Trenggalek memiliki keunikan yang berbeda-beda, dari sisi panorama alam, seni, budaya hingga makanan. Keunikan itulah yang ditawarkan untuk wisatawan.

"Makanya sebagian pokdarwis menyiapkan wisata secara paket, dengan sistem itu pengunjung yang datang berkelompok akan mendapatkan benefit yang lebih, misalnya diajak melihat budaya dan seni desa," imbuhnya.

Sementara itu disinggung terkait tingkat kunjungan wisata Trenggalek, Sunyoto mengaku terus mengalami peningkatan. Terlebih pascamelandainya COVID-19.

"Peningkatan kunjungan ini terlihat dari pendapatan asli daerah dari retribusi wisata. Sampai akhir Juli, dari target Rp 7 miliar sudah tercapai 60 persen," ujarnya.

Kondisi itu jauh beebeda dibanding setahun yang lalu. PAD sektor wisata tidak mampu menembus Rp 4 miliar. "Ini perlahan-lahan mulai membaik, meskipun belum pulih 100 persen. Kita tahu ekonomi masyarakat juga masih pemulihan," jelas Sunyoto.



Simak Video "Karakteristik Membangun Spot Desa Wisata"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)