Kabar Kesehatan

Khawatir Daging Kurban Terinfeksi PMK, Simak Penjelasan Ahli Gizi

Tim detikHealth - detikJatim
Minggu, 10 Jul 2022 18:39 WIB
Female cook holding wooden board of raw and frozen beef  meat.
Ilustrasi daging (Foto: Getty Images/iStockphoto/MarianVejcik)
Surabaya -

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kini tengah menyebar seiring perayaan Idul Adha 1443 H. Menanggapi itu, masyarakat diminta untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi hewan kurban. Ada juga langkah yang bisa diupayakan untuk menekan risiko penyebaran PMK dari konsumsi daging kurban. Salah satunya, terkait cara pengolahan masakan daging.

Ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa PMK adalah penyakit yang berada pada selaput lendir hewan. Maka, dia menyarankan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi cingur atau moncong sapi lebih dulu seiring merebaknya wabah PMK kini.

"PMK itu adalah penyakit yang berada di dalam selaput lendir dari hewan yang bersangkutan. Jadi ini tantangan bagi orang-orang Jawa Timur suka makan rujak cingur," terangnya dalam siaran e-Life detikHealth, Jumat (8/7/2022).

"Jadi nanti kalau ada pembagian hewan kurban tolong berhenti dulu makan cingur. Kita hanya menerima dagingnya, kalau bisa jeroannya juga jangan," sambungnya.

Pastikan Masak hingga Matang

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masyarakat bakal aman dari risiko penularan PMK selama daging dimasak hingga benar-benar matang. Untuk mencapai kematangan yang baik, dr Tan menyarankan daging diolah dan dipotong dalam ukuran kecil-kecil sebelum dimasak.

"Dagingnya juga harus dimasak dengan baik, matang. Pastikan dagingnya sebaiknya dipotong lebih kecil. Jadi jangan bongkahan-bongkahan besar lalu kemudian di luarnya agak matang tapi tengahnya sebetulnya kurang matang," jelasnya.

"Jadi memasak daging kurban itu dalam pengertian dagingnya kalau dimasak dengan cara yang matang, insyaallah itu baik-baik saja," pungkas dr Tan.



Simak Video "Kreasi Warga Gunakan Kreneng Bambu untuk Bungkus Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/iwd)