Pemotongan Hewan Kurban di RPH Kota Malang Sepi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 07 Jul 2022 13:48 WIB
vaksin pmk di malang
Vaksin PMK di Kota Malang (Foto: M Bagus Ibrahim)
Kota Malang -

Pemotongan hewan kurban di RPH Kota Malang jelang Idul Adha 2022 sepi peminat. Data yang dicatat oleh RPH Kota Malang, peminat pemotongan hewan kurban pun masih jauh dari kapasitas maksimal.

Hal ini diduga adanya perbedaan penetapan Idul Adha antara Muhammadiyah 9 Juli 2022 dan Pemerintah pada tanggal 10 Juli 2022.

Direktur Utama Perumda Tunas Malang, Dodot Tri Widodo mengatakan kapasitas pemotongan hewan di RPH Kota Malang, untuk sapi sebanyak 100 ekor dan kambing sebanyak 150 ekor.

Namun data terakhir, baru ada 35 ekor sapi dan 2 kambing saja yang terdaftar untuk dilakukan pemotongan saat Idul Adha nanti.

Perumda Tunas mematok harga untuk pemotongan sapi sebesar Rp 800 ribu per ekor dan kambing Rp 200 ribu per ekor.

"Yang daftar untuk potong sapi hari Sabtu (9/7/2022) ada 10 ekor dan hari Minggu (10/7/2022) ada 25 ekor. Untuk kambing baru 2 ekor, tapi yang via telepon akan potong di RPH lebih dari 10 ekor, tapi belum bayar," kata Dodot kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

Berdasarkan itu, Dodot memastikan ada penurunan pemasukan pemotongan hewan di Idul Adha 2022 ini dibandingkan tahun 2021 lalu.

Akan tetapi, dirinya masih akan terus memantau hingga H-1 Idul Adha 2022, karena peluang besar mendaftarkan pemotongan hewan kurban di RPH Kota Malang masih terbuka lebar.

"Tampaknya ada penurunan. Tapi kita tunggu sampai H-1. Pemerintah kan masih membolehkan pemotongan di lapangan atau halaman masjid. Jadi memotong hewan kurban di RPH adalah optional, bukan wajib," ungkapnya.

Efektifitas pemotongan hewan kurban di RPH Kota Malang, lanjut Dodot, dilakukan selama 4 hari sejak hari pertama perayaan Idul Adha 2022 ini.

Dijelaskan Dodot, tujuan pemotongan hewan kurban di RPH Kota Malang, meski optional, yakni RPH bisa memastikan seluruh bagian tubuh hewan kurban yang di potong bersih dari virus.

Apalagi, saat ini wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menjangkit ribuan hewan ternak, khususnya sapi di wilayah Jawa Timur.

Sehingga, Dodot memastikan selain pengecekan yang sempurna, persyaratan seperti SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) harus juga dipenuhi.

"Tujuannya kan setelah pemotongan biasanya dicek semua dagingnya, jeroannya apakah ada virus atau tidak. Kalau ada yang membahayakan tentu dibuang. Jadi semua harus kita cek, termasuk syarat hewan sehat dan SKKH harus terpenuhi," pungkasnya.

Berdasarkan data Dispangtan Kota Malang, update terbaru kasus PMK per Selasa (5/7/2022) kemarin, sudah ada 412 Sapi terjangkit PMK. 145 ekor diantaranya dinyatakan sembuh, 3 ekor mati, 160 ekor dilakukan pemotongan paksa dan 104 ekor masih dalam proses pengobatan.



Simak Video "Ma'ruf Amin Imbau Peternak Siapkan Hewan Kurban Bebas PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)