Pemkot Surabaya Akan Beri Pekerjaan untuk 35 Ribu Kepala Keluarga MBR

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 02 Jul 2022 21:36 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Ada sebanyak 35.000 kepala keluarga (KK) terkategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terdata oleh Pemkot Surabaya. Demi mengentaskan mereka, Wali Kota Surabaya bertekad menyediakan lapangan kerja padat karya baru dengan memanfaatkan aset milik Pemkot Surabaya.

Eri mengatakan penyediaan lapangan pekerjaan dengan menggunakan aset pemkot yang disulap jadi tempat Padat Karya (Pakar) itu bertujuan supaya warga menjadi mandiri. Dengan demikian mereka tidak salah persepsi dengan terus menerus bisa menempat rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Jadi kita harus bangun mental masyarakat dulu. Kami berikan pekerjaan kepada sekitar 35.000 KK kategori MBR yang terdata. Sehingga ketika sudah dapat pekerjaan dan punya pendapatan per kapita, penghasilannya bisa dipakai kontrak rumah sendiri atau beli rusunami," ujarnya, Sabtu (2/7/2022).

Saat ini kurang lebih ada 4.000 kepala keluarga (KK) yang mengantre masuk ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Permintaan itu menumpuk karena ada warga yang mengaku Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sehingga Pemkot perlu melakukan pendataan ulang MBR.

Pemkot melakukan pendataan ulang MBR di setiap kecamatan dan kelurahan termasuk untuk keperluan penentuan siapa yang berhak masuk rusunawa. Sehingga ketika sudah ada pembaruan data pemkot bisa memprioritaskan warga MBR untuk tinggal di rusunawa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan warga yang boleh menempati rusunawa harus terkategori MBR. Menurutnya, jika hal itu tidak sesuai kategori itu maka tidak akan bisa masuk ke dalam rusunawa.

"Rusun ini kan dibangun oleh pemkot, untuk siapa? Pastinya untuk MBR. Harusnya, ketika ada yang masuk ke rusunawa itu dipantau oleh pemkot karena kami punya target setiap menempati rusunawa harus 'lulus' dari MBR dalam waktu 2 tahun," katanya.

Eri juga menekankan apabila penghuni rusunawa sudah mempunyai penghasilan tetap dan memiliki kendaraan, maka harus keluar dari sana. Supaya rusunawa itu ditempati warga MBR baru.

"Jika tidak keluar dan menghuni puluhan tahun, artinya yang gagal, kan, pemerintahnya. Tidak bisa menyejahterakan umatnya. Makanya kami harus berani punya target itu," katanya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menyampaikan kepada masyarakat, bagi yang sudah lolos dari kategori MBR dan tidak lagi bisa menghuni rusunawa, sebagai opsinya Pemkot Surabaya menyediakan rumah susun sederhana milik sendiri (Rusunami).

Nantinya, rusunami yang disediakan bisa dibeli dengan cara diangsur dan dimiliki. Begitu juga dengan biaya operasional yang juga akan ditanggung sendiri oleh masing-masing penghuni.

Ia menjelaskan saat ini Pemkot sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuat rusunami yang nantinya bisa ditinggali warga selain MBR. Karena itu ia meminta warganya bersabar dan jangan sampai ada yang mengaku-aku sebagai MBR demi bisa tinggal di rusunawa.

"Kalau semua meng-MBR-kan diri, kayak tadi ada warga yang minta rusunawa tapi bukan kategori MBR, ya, jangan. Apa lagi ada yang gajinya Rp 4 juta lebih. Lah yang tinggal di rusunawa itu loh ada yang nggak punya kerjaan, kok minta masuk ke rusun," sebutnya.



Simak Video "Busa Setinggi 2 Meter Muncul di Sungai Mulyorejo, Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)