Rumah Objek Cagar Budaya di Kota Kediri Dibongkar, Pemilik Ngaku Tidak Tahu

Andhika Dwi - detikJatim
Selasa, 28 Jun 2022 21:29 WIB
Bangunan termasuk objek diduga cagar budaya di Kota Kediri dibongkar
Bangunan termasuk objek diduga cagar budaya di Kota Kediri dibongkar. (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kota Kediri -

Sebuah bangunan rumah tinggal era kolonial yang berstatus objek diduga cagar budaya di Kota Kediri dibongkar. Ironisnya pemilik mengaku tidak tahu bila rumah miliknya terdata sebagai objek diduga cagar budaya di Pemkot Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad membenarkan itu saat dikonfirmasi detikJatim. Menurutnya, pemilik tidak mengetahui bangunan miliknya menjadi objek cagar budaya.

Menurut Zachrie, bangunan itu hendak disewa salah satu penyedia makanan cepat saji. Pemilik tidak tahu bangunan itu adalah salah satu objek cagar budaya meski bangunan itu sudah terdata di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Disbudparpora Kediri.

"Kalau dibilang kecolongan, sih, informasi dari pemilik mereka tidak tahu kalau ini barang cagar budaya. Tadi sudah disampaikan kepala BPCB kami terus sosialisasikan. Karena pendataan dilakukan 2019. Itu nanti kami akan sosialisasikan titik-titik pendataan. Kami cari solusi yang terbaik lah. Karena menurut pemilik bangunannya akan disewa," kata Zachrie, Selasa (28/6/2022).

Disbudparpora mewakili Pemkot Kediri mengajak pemilik bangunan, penggiat budaya, serta BPCB Jawa Timur duduk bersama mencari solusi bersama. Mengingat bangunan itu telah dibongkar oleh pekerja.

"Demi kepentingan bersama, untuk sementara dan pelestarian budaya pembongkaran dihentikan dan pemilik beserta pihak pemborong dan pemerhati budaya dinas terkait akan bertemu dan membicarakan hal ini," kata Zachrie.

Bambang Pranowo pemilik bangunan itu mengaku tidak tahu jika bangunan itu masuk dalam obyek yang diduga cagar budaya dan telah terdata di PBCB maupun Pemerintah Kota Kediri

"Saya pikir ini bangunan tua dan tidak akan menempati sini, ternyata dilarang. Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Padahal sudah lama saya memiliki bangunan ini. Saya tidak pernah mendapat pemberitahuan apa pun soal cagar budaya," Kata Bambang.

Menurut Bambang rumah yang ia beli sejak 2010 itu hendak disewa oleh penyedia makanan cepat saji. "Memang permintaan McD ini dibongkar, ini kan pembangunan kalau tidak sesuai keinginannya McD bakal dibatalkan. Kalau dibatalkan bangunan terbengkalai begini, ya, tanggungan saya," kata Bambang.

Berdasarkan Keterangan Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur Zakaria Kasimin hal itu sesuai dengan UU Cagar Budaya no 11 tahun 2010, adaptasi penyesuaian untuk kepentingan itu diperbolehkan dengan batas tertentu.

"Artinya tidak semua harus dibongkar, diperbolehkan pemanfaatan cagar budaya itu sendiri tapi jangan ingin memanfaatkan lalu bangunannya dihancurkan. Itu yang salah. Sehingga bangunan yang telah dihancurkan harus dikembalikan lagi," kata Zakaria.



Simak Video "Melihat Keseruan Balap Perahu Nelayan di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)