Peneliti Unair Sebut Vaksin Merah Putih Punya Sifat Netralisasi Tinggi

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 28 Jun 2022 20:35 WIB
Vaksin Merah Putih adalah vaksin buatan Indonesia. Vaksin Merah Putih merupakan wujud kemajuan dan kemandirian bangsa dalam penanganan virus COVID-19.
Vaksin merah putih. (Foto: Dok Humas Unair)
Surabaya -

Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Prof Fedik Abdul Rantam menyebutkan vaksin Merah Putih buatan Unair memiliki sifat netralisasi cukup tinggi. Hal itu diketahui saat dilakukan uji reaktivitas.

"Vaksin Merah Putih ini adalah vaksin full virus bahannya dan memiliki 4 macam protein imunogenic, tak hanya satu macam protein seperti jenis vaksin yang lain. Untuk itu vaksin ini punya sifat netralisasi luar biasa ketika dilakukan uji reaktivitas," kata Prof Fedik, Selasa (28/6/2022).

Prof Fedik mengatakan hasil yang didapatkan dari uji reaktivitas tentunya dilakukan dengan beberapa varian virus COVID-19 yang sudah bermutasi hingga ribuan.

"Virus SARS Cov-2 kemungkinan bisa menjadi 3.084 varian. Banyak sekali. Oleh karena itu, menurut kami, vaksin ini mempunyai daya netralisasi yang cukup tinggi," jelasnya.

Adanya mutasi virus COVID-19 ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Meski begitu, diharapkan vaksin Merah Putih terus memiliki sifat netralisasi cukup tinggi.

"Sebenarnya, virus SARS COV-2 mempunyai beberapa reseptor. Membran protein juga demikian. Semua mempunyai kemampuan netralisasi tinggi," ujarnya.

Dalam proses uji klinis vaksin Merah Putih ini diperlukan dana yang tidak kecil dan waktu banyak. Karena harus mencari virus yang stabil secara genetic dan protein.

Uji klinis fase 3 vaksin Merah Putih akan dilakukan pada hari ini dengan melibatkan 4.005 relawan. Sebelumnya BPOM RI sudah memberikan izin pelaksanaan uji klinis fase 3 ini.



Simak Video "Skema Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih Unair"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)