10 Atlet Wushu Kota Pasuruan Dicoret dari Ajang Porprov Jatim VII 2022

Muhajir Arifin - detikJatim
Senin, 27 Jun 2022 05:02 WIB
Opening Ceremony Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VII Jatim digelar di Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung. Acara berlangsung meriah.
Opening Ceremony Porprov Jatim VII (Foto: Yakub Mulyono)
Kota Pasuruan -

Sebanyak 10 dari 16 atlet wushu Kota Pasuruan yang dikirimkan ke Porprov Jatim VII 2022 didiskualifikasi. Kekuatan cabang olahraga wushu Kota Pasuruan di ajang Porprov tinggal 6 orang.

"Benar ada 10 atlet Wushu kami daftar namanya disilang oleh panitia technical delegate," kata Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulityarso, Minggu (26/6/2022).

Gangsar menjelaskan pencoretan 10 atlet wushu Kota Pasuruan dilakukan saat mereka mengikuti technical meeting dan timbang badan. Ke-10 atlet itu tidak sesuai dengan data resmi yang terdaftar di panitia.

"Tanggal 23 Juni saya dapat info ada beberapa atlet wushu kita dicoret, tidak bisa bertanding. Kemudian tanggal 24 pagi saya ke venue wushu di Gedung Serba Guna Pemkab Jember untuk menemui pimpinan technical delegate guna meminta penjelasan. Ternyata betul," jelas Gangsar.

Menurut Gangsar, dengan dicoretnya 10 atlet itu, masih ada 6 atlet wushu Kota Pasuruan yang tetap bertanding.

"Masih ada 6 atlet wushu yang tetap diizinkan bertanding," ujar Gangsar.

Pihak KONI Kota Pasuruan masih menunggu surat resmi dari Panitia Besar (PB) Porprov Jatim terkait keputusan didiskualifikasinya 10 atlet wushu tersebut. Surat resmi itu menjadi dasar laporan ke kepala daerah.

"Kalau secara lisan sudah saya sampaikan ke kepala daerah. Tapi untuk resminya masih menunggu surat dari PB Porprov Jatim," pungkas Gangsar.

Manager Cabor Wushu Kota Pasuruan, Achsan Halim mengakui kesalahannya. Ia menerima keputusan diskualifikasi tersebut.

"Kita didiskualifikasi karena atlet kita tidak sesuai dengan data. Tapi itu bukan joki," kata Achsan.

Achsan mengatakan di tengah kurangnya persiapan cabor wushu, pihaknya mendaftarkan 16 atlet untuk turun di ajang Porprov. Namun 10 di antaranya mengundurkan diri mendadak, sehingga ia mengirimkan 10 atlet pengganti.

"Kita siapkan 16 atlet asli putra daerah. Tapi karena kekurangan persiapan, akhirnya atlet-atlet tadi minim persiapan. Setelah kita daftarkan, namanya sudah dientri di Jatim, selesai ID card nya, menjelang mau berangkat banyak yang mengundurkan diri. Memang saya salah tetap memaksakan untuk tetap ada atlet karena 10 mundur," jelasnya.

Menurut Achsan, kurangnya persiapan atlet tidak terlepas dari kurangnya peran dari KONI Kota Pasuruan dalam melakukan pembinaan cabor yang akan dikirim ke Porprov Jatim.

"Minimnya persiapan ini dasarnya dari KONI tidak mengadakan puslatcab, tidak ada pemantapan dan verifikasi atlet yang berangkat ke Porprov. Cabor jadi bingung, jadi berangkat apa tidak," ungkapnya.

Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulityarso menyayangkan tindakan manager cabor wushu yang bertindak di luar aturan resmi.

"Sebenarnya kan tidak boleh begitu, karena data atlet sudah masuk tervalidasi ke KONI Jawa Timur. Kalau misal saya tahu ada yang berhalangan, ya sudah biarkan, tidak usah diberangkatkan," ungkap Gangsar.



Simak Video "Ricuh Pertandingan Bola Porprov Jatim, Pemain 2 Tim Baku Hantam!"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)