PKB Minta Penghulu Pernikahan Siri Kasun 50 Tahun-Gadis Ngawi Juga Dihukum

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 14 Jun 2022 11:03 WIB
Kasun di Ngawi
Foto: Kasun Ngawi, SM yang nikahi gadis 16 tahun (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim/file)
Jakarta -

Pernikahan SM, kepala dusun (kasun) di Ngawi dengan SPC, gadis 16 tahun mendapat sorotan banyak pihak. Salah satunya dari anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PKB Luqman Hakim. Luqman mendorong agar semua pihak yang terlibat diusut tuntas, termasuk sosok penghulu yang menikahkan SM dan SPC.

"Sebagai tokoh masyarakat, seharusnya dia menjadi contoh yang baik bagi warganya. Maka, menurut saya, yang bersangkutan harus diberi hukuman yang berat agar memberi efek jera. Jangan sampai tindakan yang mengorbankan kaum perempuan seperti itu terulang lagi di kemudian hari," kata Luqman dilansir detikNews, Senin (13/6/2022).

"Polisi harus melakukan proses hukum dengan tegas dan menyeluruh. Bukan hanya si kepala dusun saja yang harus ditangkap, siapa pun yang terlibat dalam proses pernikahan terlarang itu, harus diproses secara hukum," tutur Luqman.

Dengan adanya kasus ini, Luqman berharap agar masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya melindungi anak perempuan mereka. Dia juga berharap tak ada lagi anak perempuan menjadi korban predator seksual.

"Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak perempuan agar tidak menjadi korban predator seksual. Oleh karena itu, pelaku dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus Ngawi itu harus diganjar dengan hukuman yang berat," katanya.

Selain itu, Luqman berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terhadap kasus ini. Dia berharap kasus bisa berjalan dengan tuntas.

"Untuk memastikan kasus Ngawi ini tidak masuk angin, saya harap Saudara Kapolri Jend Listyo Sigid Prabowo memberi atensi khusus terhadap penanganan masalah itu," katanya.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan SM menjadi tersangka dan ditahan. Polisi menyebut SM terbukti melakukan tindakan persetubuhan dengan anak di bawah umur hingga terjadi pernikahan siri.

"Jadi SM terbukti bersalah melakukan tindakan asusila dengan melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur, bahkan hingga terjadi pernikahan siri," kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya kepada detikJatim, Senin (13/6).

Tersangka dijerat Pasal 81 (2) atau 82 (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Mungkin bagi yang merasa jadi korban (lain) kami persilakan melapor," sebut Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan.



Simak Video "DPR Kaji Usulan Menag Minta Tambahan Anggaran Dana Haji Rp 1,5 T"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/dte)