Kasun di Ngawi Sudah Ditahan, KPAI Juga Minta Pernikahan Dibatalkan

Kasun di Ngawi Sudah Ditahan, KPAI Juga Minta Pernikahan Dibatalkan

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 14 Jun 2022 10:06 WIB
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati
Foto: Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati. (Roland-detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar kepala dusun yang menikahi gadis 16 tahun di Ngawi, Jawa Timur (Jatim) ditindak tegas. KPAI Juga meminta pernikahan siri itu dibatalkan.

"Terkait adanya pernikahan diam-diam kepala dusun dengan seorang gadis berusia 16 tahun secara siri tentu ini harus ditindak secara tegas dalam hal ini, karena sebenarnya usia perkawinan di Indonesia itu minimal 19 tahun," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati dilansir detikNews, Senin (13/6/2022).

"Jika ada perkawinan anak baik laki-laki maupun perempuan, dalam hal ini adalah perempuan di bawah usia 19 tahun harus dengan dispensasi kawin yang dimohonkan ke pengadilan," kata dia.

Rita mengatakan kasus kepala dusun menikahi anak di bawah umur ini menjadi contoh yang tidak baik bagi seorang tokoh masyarakat. Dalam kasus ini, KPAI akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) setempat.

"Saya kira ini menjadi bagian yang harus ditindak, KPAI akan melakukan pengawasan terkait adanya kasus ini dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya dengan Dinas PPPA kabupaten Ngawi terkait kondisi dari gadis ini," sebutnya.

Minta Pernikahan Kasun-Anak di Bawah Umur Dibatalkan

Rita berharap pernikahan anak di bawah umur ini dibatalkan. Dia menegaskan anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Kita berharap bahwa perkawinan ini dibatalkan, harus ditindak, dilihat lebih dalam apakah ini ada unsur paksaan dan seperti apa. Karena sejatinya anak ini masih punya hak untuk sekolah dan seterusnya, ini harus diselesaikan secara baik-baik memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak dengan melakukan pendalaman secara menyeluruh," katanya.

Kepala Dusun Nikahi Gadis 16 Tahun

Polisi telah menetapkan SM menjadi tersangka dan ditahan. Polisi menyebut SM terbukti melakukan tindakan persetubuhan dengan anak di bawah umur hingga terjadi pernikahan siri.

"Jadi SM terbukti bersalah melakukan tindakan asusila dengan melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur, bahkan hingga terjadi pernikahan siri," kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya kepada wartawan, dilansir dari detikJatim, Senin (13/6).

Tersangka dijerat Pasal 81 (2) atau 82 (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Mungkin bagi yang merasa jadi korban (lain) kami persilakan melapor," sebut Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/fat)