Data yang dihimpun detikJatim menunjukkan saat ini wabah PMK mencapai lebih dari 800 ekor. Ke-20 kecamatan tersebut di antaranya Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Turi, Mantup, Ngimbang, Sugio, Lamongan, Modo, Paciran, Sambeng, Solokuro, Babat, Sukorame, Sukodadi, Kedungpring, Bluluk, Pucuk, Brondong dan Kalitengah.
"Di 20 kecamatan ini ada sebanyak 803 ekor sapi tertular PMK dari sebanyak 1124 populasi sapi," kata Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bachtiar saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (2/6/2022).
Dari 803 ekor sapi yang terjangkit PMK ini, terang Arif, ada 574 ekor sapi masih sakit. Sebanyak 10 ekor sapi mati, 44 ekor sapi dijual oleh peternaknya dan sebanyak 169 ekor sapi sudah dinyatakan sembuh atau terbebas dari PMK.
Kecamatan yang sapinya terbanyak terkena PMK adalah Kecamatan Tikung yang mencapai 283 ekor sapi dan Kecamatan Mantup sebanyak 127 ekor sapi.
Selain sapi, PMK menjangkiti puluhan ekor kambing milik warga di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sugio dan Glagah.
"Dari total populasi sebanyak 49 ekor ternak kambing, ada 24 ekor kambing tertular PMK di 4 kecamatan ini," ujarnya.
Sebanyak 24 ekor kambing yang tertular PMK ini naik dibandingkan 25 Mei lalu. Saat itu, kambing yang tertular PMK hanya 18 ekor kambing di 3 kecamatan di Lamongan. Saat ini, di Kecamatan Tikung terdata seekor kambing tertular PMK, Kecamatan Kembangbahu 3 ekor, Kecamatan Glagah 6 ekor dan Kecamatan Sugio 14 ekor kambing.
Dari puluhan kambing yang tertular PMK ini, semuanya masih dalam proses penyembuhan dan tidak ada ternak kambing yang mati.
(fat/fat)