Satgas Pangan Bojonegoro Cek Stok Migor di Pasaran

Ainur Rofiq - detikJatim
Minggu, 29 Mei 2022 01:05 WIB
Satgas Pangan Bojonegoro mengecek stok minyak goreng (migor) di pasaran. Kegiatan ini bentuk komitmen Forkopimda Bojonegoro untuk memastikan ketersediaan migor.
Satgas Pangan Bojonegoro/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Satgas Pangan Bojonegoro mengecek stok minyak goreng (migor) di pasaran. Kegiatan ini bentuk komitmen Forkopimda Bojonegoro untuk memastikan ketersediaan migor.

Baik migor curah maupun kemasan yang ada di tingkat distributor. Dalam pengecekan saat ini, masyarakat sudah tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan migor. Namun harganya diharapkan bisa lebih ditekan lagi.

Kegiatan dadakan ini dipimpin para petinggi TNI dan Polri di Bojonegoro bersama dinas perdagangan setempat. Hasil monitoring bersama yang dilakukan petugas gabungan ini, harga minyak goreng curah di pasaran sudah mengalami penurunan. Atau dijual sesuai standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 15.500 per kilogram.

Wakapolres Bojonegoro Kompol Muh Wahyudin Latif mengatakan, pengecekan sebagai pengawasan dan monitoring ketersediaan minyak goreng. Khususnya minyak goreng curah di pasaran.

Ia melanjutkan, pengawasan dan monitoring dari petugas gabungan untuk memberikan kepastian serta jaminan kepada masyarakat, bahwa minyak goreng jenis curah stoknya terjamin dan harganya sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

"Kegiatan ini bentuk komitmen dari jajaran Forkopimda Bojonegoro untuk memastikan ketersediaan minyak goring di pasaran," ucap Wahyudin di Pasar Kota, Sabtu (28/5/2022).

Ia juga menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan oleh Satgas Pangan gabungan dari Polres Bojonegoro, Kodim 0813/Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sehingga kebutuhan minyak goreng atau sembako di Bojonegoro tercukupi.

"Satgas Pangan ini akan melakukan pengawasan secara optimal kondisi riil di lapangan mulai dari produsen sampai konsumen. Hasil dari pengecekan hari ini stok minyak goreng curah aman, Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 15.500/kg," imbuhnya.

Kabid Bina Usaha Perdagangan dan Usaha Mikro Disperindag Bojonegoro Laela Nor Aeny mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan TNI dan Polri untuk memantau, mengawal serta mengawasi ketersediaan atau pergerakan minyak goreng di pasaran.

"Sehingga sampai dengan saat ini tidak ada kelangkaan, dan sementara untuk harga minyak goreng curah sudah sesuai aturan," pungkas Laela.

(sun/sun)