Pengamat Budaya Sebut Gesekan Pesilat Rusak Citra Madiun, Ini Alasannya

Sugeng Harianto - detikJatim
Senin, 23 Mei 2022 11:12 WIB
Rekaman gesekan pesilat di Madiun
Gesekan PSHT dan PSHW di Kota Madiun (Foto: Tangkapan layar)
Kota Madiun -

Gesekan pesilat kubu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) pecah di Kota Madiun, Minggu (22/5/2022) sore. Pengamat budaya menyebut gesekan hingga bentrok ini merusak citra Kota Madiun sebagai Kota Pendekar yang aman.

"Insiden yang dilakukan sesama pesilat yang terjadi akhir-akhir ini tentu merusak citra Kota Madiun sebagai kota pendekar. Tentu mengganggu kenyamanan warga kota dan luar kota yang berkunjung ke Kota Madiun, temasuk merusak keindahan kota," ujar Pengamat Budaya Gandi Yuninta kepada detikJatim, Senin (23/5/2022).

Gandi yang merupakan mantan Wakil Wali Kota Madiun ini meminta Pemkot Madiun segera menangani permasalahan ini secara serius. Sebab, pertikaian dua kubu pesilat PSHT dengan PSHW ini dikhawatirkan bisa merembet ke daerah lain di Indonesia.

"Keprihatinan dan kecemasan saat ini kembali dirasakan warga Kota Madiun. Hal ini akibat adanya pertikaian antara dua perguruan silat yang keduanya berpusat di Kota Madiun. Maka perlu penanganan yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak. Terutama pihak yang berselisih dan pihak terkait seperti IPSI," kata Gandi.

"Pemerintah kota, aparat keamanan, harus duduk bersama agar tidak berkembang menjadi bola liar merembet ke daerah lain di Indonesia. Keduanya PSHT dan PSHW, organisasi pesilat besar yang semua berpusat di Kota Madiun," imbuhnya.

Tak hanya itu, Gandi menambahkan, Forkompinda Kota Madiun bisa lebih serius mengatasi polemik perguruan pesilat.

"Kondusif wilayah atau daerah agar lebih di kedepankan ini yang harus segera di utamakan oleh Forkompinda," tandasnya.

Sebelumnya, gesekan antara pesilat terjadi di Kota Madiun Minggu (22/5) sore. Aksi ini terekam kamera handphone dan viral di aplikasi percakapan.

Ada dua potongan dua video beredar berdurasi 10 detik dan 26 detik. Dalam kedua video, tampak massa berpakaian hitam-hitam berlarian. Tak hanya itu, kedua massa juga saling mengumpat dan melempar batu. Belum diketahui apakah ada korban dalam insiden tersebut.

Diketahui, aksi onar dua perguruan pesilat PSHT dengan PSHW ini sudah terjadi dua kali dalam seminggu. Pertama yakni Minggu (15/5) dan kemarin (22/5). Pemicunya, hanya saling ejek dan bleyer knalpot kendaraan sepeda motor. Bahkan, aksi lempar batu yang terjadi pada pekan lalu mengakibatkan satu rumah warga terkena lemparan.



Simak Video "Densus Amankan Terduga Teroris di Lumajang"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)