Golkar-PAN Jatim Bahas Koalisi Indonesia Bersatu, Ini Hasilnya

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 21 Mei 2022 23:43 WIB
Pertemuan DPD Golkar Jatim dan PAN Jatim
Pertemuan DPD Golkar Jatim dan PAN Jatim. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Pengurus DPW PAN Jatim berkunjung ke Kantor DPD Golkar Jatim malam ini. Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji dan Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Riski Sadig kompak membahas Koalisi Indonesia Bersatu.

"Jadi ini koalisi yang baik, niat yang baik, dengan cara yang baik. Insyaallah menghasilkan putra yang terbaik untuk memimpin Indonesia dalam keadaan yang baik," kata Sarmuji didampingi Rizky Sadig usai pertemuan itu, Sabtu malam (21/5/2022).

Sarmuji mengaku, Golkar dan PAN akan bekerja sama kaitannya dengan Pemilu 2024. Golkar-PAN Jatim juga akan membentuk tim teknis untuk mendetailkan kerja sama tersebut.

"Kami akan saling mengisi, saling menguatkan, saling membesarkan. Khususnya Golkar Jatim dan PAN Jatim," ujar Sarmuji.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini mengakui, ada pembahasan politik khususnya terkait koalisi pada pemilu yang akan datang. Namun, untuk urusan Capres-Cawapres, Golkar-PAN menyerahkan sepenuhnya ke DPP, termasuk peluang duet Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan.

"Soal capres, cawapres itu akan kami serahkan ke masing-masing DPP ya. Kami pasti punya usulan masing-masing. Akan kami salurkan melalui DPP masing-masing. Supaya tertib," katanya.

Di level Pilgub, Sarmuji menyebut Golkar-PAN Jatim masih satu irama mendukung Khofifah hingga masa jabatannya berakhir.

"Termasuk koalisi Pilgub, kami Golkar, PAN dan PPP yang ada di Koalisi Indonesia Bersatu sama-sama mendukung Bu Khofifah di Pilgub Jatim 2018 lalu. Kami tegaskan, kami akan mengawal kepemimpinan Ibu Gubernur sampai akhir periode," terangnya.

"Untuk periode ke depan akan kami bicarakan, tapi kalau rasa-rasanya Bu Khofifah masih maju di Pilkada 2024 beliau masih jadi pilihan utama rakyat Jatim. Itu akan kami bicarakan. Belanda masih jauh," sambungnya.

Ketua PAN Jatim, Riski Sadig juga menimpali bahwa pada Rakernas I PAN tahun 2021 pihaknya mengusulkan Khofifah sebagai Capres/Cawapres.

"Capres atau cawapres saja kami usulkan, apalagi calon gubernur," kata Sadig.

Menurut Sadig Koalisi Indonesia Bersatu terbentuk saat suasana Indonesia sedang sensitif. Sadig menilai, koalisi ini merupakan bentuk besarnya tanggung jawab ketum parpol akan nasib bangsa ini.

"Membangun sebuah koalisi di saat suasana yang sensitif saat ini tidak mudah. Ketum Parpol kita bisa menurunkan hal-hal yang sifatnya personal partai dan menonjolkan kepentingan bangsa," kata Sadig.

"Koalisi ini munculnya secara persentase presidential treshold bisa melampaui dan koalisi ini memiliki kekuatan parlemen besar. Ini bisa menjadi pondasi membentuk ide kreatif, yang cemerlang dan membangun masyarakat. Saya mengajak parpol lain saling bekerja sama dengan cara yang baik tidak perlu merespons apa yang kita lakukan," tandas Anggota DPR RI ini.



Simak Video "Sekjen PAN Beberkan Kriteria Capres yang Akan Diusung KIB"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)