Soroti Imbas PMK, Sarmuji Minta Pemerintah Ringankan Beban Peternak

Soroti Imbas PMK, Sarmuji Minta Pemerintah Ringankan Beban Peternak

Inkana Izatifiqa R Putri - detikJatim
Jumat, 20 Mei 2022 20:44 WIB
Ketua DPD Golkar Jawa Timur Sarmuji
Foto: Istimewa (Dok Pribadi)
Jakarta -

Beberapa hari terakhir, masyarakat tengah dihebohkan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda hewan ternak sapi. Imbas penyakit ini pun membuat para peternak sapi terancam tidak maksimal dalam menyediakan hewan kurban pada Lebaran Idul Adha mendatang.

Merespons hal ini, Ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji pun meminta pemerintah agar dapat segera meringankan beban peternak sapi yang terimbas penyakit tersebut.

"Idul Adha adalah momen 'hari rayanya peternak' terutama peternak sapi dan kambing. Tetapi, dengan adanya wabah PMK yang semakin meluas ini, mereka terancam tidak maksimal dalam menyediakan hewan kurban seperti tahun-tahun biasanya," ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Jumat (20/5/2022).

Lebih lanjut, Anggota DPR RI asal Jawa Timur Dapil VI ini menjelaskan saat ini, beberapa pasar hewan di Jawa Timur ditutup. Hal ini tentu memungkinkan para peternak tidak dapat melaksanakan aktivitas jual beli beberapa waktu mendatang.

Untuk itu, dirinya pun menyampaikan beberapa poin agar peternak dapat melewati wabah ini dengan baik.

"Poin utama masing-masing pemerintah daerah melakukan pemetaan sentra-sentra peternakan sapi di wilayahnya masing-masing. Pemetaan ini akan mempermudah pemantauan pergerakan sapi lintas daerah yang semakin ramai menjelang Idul Adha. Selain itu dengan adanya pemetaan pemda bisa lebih cepat menyalurkan obat maupun probiotik agar peternak bisa secepatnya melakukan pencegahan PMK," ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga mengimbau pemerintah agar memberikan ganti rugi bagi peternak yang sapinya terpaksa dimusnahkan. Tak hanya itu, ia juga meminta agar perbankan dapat memberikan fasilitas tunda bayar bagi peternak yang dibiayai perbankan.

"Poin selanjutnya adalah memberikan ganti rugi kepada peternak jika sapi ternaknya terpaksa harus disembelih dan dimusnahkan. Hal ini penting sebagai pemutus rantai wabah di sisi lain, tetapi petani tetap mendapatkan hak yang layak sebagai ganti sapi yang dimusnahkan," imbuhnya.

"Tidak kalah pentingnya adalah menjaga keberlangsungan para peternak yang menjalankan usahanya melalui pendanaan perbankan. Pihak perbankan selayaknya memberikan fasilitas tunda bayar bagi peternak skala sedang maupun besar yang usahanya dibiayai melalui kredit. Hal tersebut bisa memberikan nafas panjang bagi peternak agar usahanya kembali normal sehingga bisa membayar kredit kembali," pungkasnya.

(akn/ega)