Golkar Jatim Usulkan Airlangga Jadi Capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 16 Mei 2022 22:43 WIB
Suharso, Airlangga dan Zulhas
Ilustrasi. Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. (Foto: Dok. Humas Golkar)
Surabaya -

Partai Golkar, PAN, dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. DPD Golkar akan tunduk dengan instruksi DPP dan siap mengawal keputusan koalisi itu di Jawa Timur.

"Golkar Jatim siap melanjutkan koalisi Indonesia bersatu di Jatim baik untuk kepentingan secara nasional maupun untuk kepentingan pembangunan Jawa Timur," kata Sarmuji, Ketua DPD Golkar Jatim kepada detikJatim, Senin (16/5/2022).

Menurut Sarmuji, Koalisi Indonesia Bersatu hadir dengan semangat mendahulukan persatuan dibandingkan persaingan. Kalau pun mengharuskan persaingan untuk memilih yang terbaik, ia menegaskan, harus segera bersatu kembali manakala kontestasi telah usai.

Lebih lanjut, Sarmuji tetap menginginkan Koalisi Indonesia Bersatu mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. "Golkar Jatim tetap dalam sikap Pak Airlangga sebagai calon presiden," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Mujahid Ansori mengatakan, koalisi ini menggambarkan dua kutub nasionalis dan religius di Indonesia. Koalisi ini harus menciptakan kesejahteraan di masyarakat.

"Harapan kami bisa menjadi koalisi baru, ya, semangat baru, jadi poros baru untuk menciptakan solusi bagaimana menyejahterakan rakyat. Koalisi ini nasionalis religius, ini menggambarkan bahwa negeri ini tidak bisa dilepaskan dari dua unsur itu," kata Mujahid.

Mujahid belum menyatakan siapa yang akan diusulkan DPW PPP Jatim sebagai capres/cawapres dalam Koalisi Indonesia Bersatu. Ia berharap, koalisi ini bisa menjadi solusi bersama.

"Harapan DPW, koalisi ini menjadi solusi membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Kami belum mengusulkan siapa capresnya, karena ini masih penjajakan. Kami harap wadah ini bisa menjawab keinginan masyarakat, cita-cita masyarakat, cita-cita PPP. Kalau jadi koalisi ini harus bisa mengakomodir keinginan di bawah, jangan sampai keinginan elite dengan grassroot tidak sama," bebernya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadiq mengatakan, pihaknya sebelumnya mengusulkan nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai capres/cawapres.

"Sikap kami, ya, tentu ikut pusat. Siapa yang diusulkan? Belum ada agenda nasional. PAN Jatim pernah mengusulkan Ibu Khofifah untuk dipertimbangkan saat Rakernas I PAN 2021," kata Sadiq.



Simak Video "PDIP Sindir Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar: Cegah Polarisasi 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/sun)