Khofifah Sebut Wabah PMK Diperkirakan dari Hewan Ternak Impor Ilegal

Eko Sudjarwo - detikJatim
Minggu, 08 Mei 2022 21:27 WIB
gubernur khofifah di peternakan sapi lamongan
Gubernur Khofifah di peternakan Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Gubernur Khofifah Indarparawansa meninjau salah satu peternakan sapi di Lamongan. Peninjauan ini usai muncul wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak di 4 kabupaten Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mengatakan, pada dasarnya tahun 1986 Indonesia sudah dinyatakan bebas dari PMK. Khofifah pun akan menelusuri asal usul penyakit ini. Diperkirakan wabah ini berasal dari hewan ternak, kambing atau domba impor ilegal dari negara yang belum bebas PMK.

"Kita mendapatkan penjelasan saat rakor virtual dengan Dirjen dan Direktur Keswan, yang juga dihadiri oleh Bupati Lamongan, asal usulnya kemungkinan dari ternak impor ilegal, kambing atau domba dari negara yang masih belum bebas PMK," kata Khofifah saat di peternakan Desa Soko, Kecamatan Tikung, untuk melihat proses penyuntikan sapi yang terindikasi terkena wabah PMK, Minggu (8/5/2022).

Hari ini, menurut Khofifah, sudah penyuntikan kedua hewan ternak yang terkonfirmasi PMK dengan obat-obatan yang sudah disediakan seperti analgesik, antibiotik dan vitamin. Pada penyuntikan kedua ini, lanjut Khofifah, pemulihan pada hewan ternak sudah mulai nampak adanya proses pemulihan sehingga diharap 3 hari lagi akan ada penyuntikan kembali.

"Pada hari Jumat kondisi obat masih sangat tipis dan kemudian langsung dikirim dari Jakarta dan Jumat sore sudah sampai dan kemarin langsung sudah secara serentak didistribusikan dan langsung digunakan di sentra-sentra peternakan yang sudah terkonfirmasi PMK," ujarnya.

Menurut Khofifah, penanganan wabah PMK ini mirip dengan penanganan COVID-19 di mana saat ditemukan ternak terkonfirmasi positif, harus isolasi. PMK ini, imbuh Khofifah, penyebarannya melalui angin sehingga radius angin memungkinkan penyebaran cepat.

"Jika ada 2 ekor sapi menggunakan 1 wadah yang sama di mana salah satu dari 2 ekor sapi ini terindikasi PMK maka sudah dipastikan akan berpotensi menularkan. Maka isolasi yang dilakukan ya isolasi kandang, kalau karantina ya karantina kandang dalam artian seluruh ternak yang terkonfirmasi PMK jangan keluar dulu," terangnya.

Langkah lainnya, tandas Khofifah, pasar hewan di 4 kabupaten yang terkena wabah PMK jangan dibuka terlebih dahulu dan harus ditutup sementara. Khofifah meminta agar ternak dari daerah terkonfirmasi PMK jangan keluar dan yang diluar juga jangan masuk dulu sambil pengobatan terus berlangsung.

"Untuk sementara ternak sapi di 4 kabupaten ini tidak boleh keluar daerah dulu. Sebaliknya, yang dari luar juga tidak boleh masuk," paparnya.

Saat meninjau peternakan sapi milik H Supar di Desa Soko Kecamatan Tikung, orang nomor satu di Jatim ini disambut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang kemudian bersama-sama meninjau peternakan sapi milik Supar.

Sebelum masuk area kandang, Khofifah, bupati dan para pejabat yang mendampingi harus memakai alat pelindung diri (APD). Saat sebelum memasuki lorong rumah menuju kandang yang ada di belakang rumah, di bagian alas kakinya juga disterilkan dengan disemprot disinfektan.



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)