Walkot Mojokerto ke Anak-anak Yatim: Jangan Pernah Berkecil Hati!

Yudistira Perdana Imandiar - detikJatim
Rabu, 27 Apr 2022 09:35 WIB
Pemkot Mojokerto Bagi Sembako ke Warga
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengundang 200 anak yatim dari panti asuhan se-Kota Mojokerto ke Pendopo Sabha Krida Tama Rumah Rakyat. Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu membagikan santunan kepada 200 anak yatim tersebut.

Adapun anak yatim yang diundang berasal dari PAY Muhammadiyah, Panti Asuhan Al Hasyimiyah, Al Ikhlas, Miftahul Hikmah, Al Mawaddah, Ya Mubina serta anak yatim yang orang tuanya meninggal karena COVID-19.

Ita menyampaikan anak-anak adalah aset dari Kota Mojokerto. Untuk itu, lanjutnya, semua anak tetap harus mengejar cita-cita setinggi mungkin.

"Jangan pernah merasa berkecil hati melihat kondisi kalian saat ini. Karena kita tidak pernah tahu takdir apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT terhadap diri kita. Bisa saja orang berasal dari PAY (panti asuhan yatim) ke depan menjadi wali kota seperti ibu," kata Ita dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022).

Ita juga mengingatkan agar anak-anak calon generasi penerus bangsa ini tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama, sebagaimana yang telah diajarkan pesantren atau di panti yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

"Mohon anak-anakku semuanya tetap berpegang teguhlah pada ajaran agama yang telah diajarkan kepada kalian selama ini, jangan pernah ditinggalkan dan jangan pernah terpengaruh teman-teman baru kalian nanti di perguruan tinggi yang mengajak pada arah kehidupan yang keluar dari koridor agama yang selama ini kalian pelajari di Ponpes atau PAY tempat kalian dibesarkan," nasihatnya.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak memanfaatkan malam penghujung terakhir Ramadhan, untuk senantiasa melakukan iktikaf dan bermunajat sehingga doa-doanya akan diijabah oleh Allah SWT. Sembari menunggu waktu berbuka, ratusan anak yatim ini juga dihibur dengan dongeng anak islami bertema anak hebat sukses dunia akhirat yang dibawakan oleh pendongeng nasional Kak Puput dan Aiz.

(fhs/ega)