Melihat Penyandang Tunanetra di Trenggalek Belajar Ngaji Al-Qur'an Braille

Melihat Penyandang Tunanetra di Trenggalek Belajar Ngaji Al-Qur'an Braille

Adhar Muttaqien - detikJatim
Senin, 25 Apr 2022 18:15 WIB
Al-Quran braille.
Foto: Adhar Muttaqien
Trenggalek -

Sejumlah siswa penyandang tunanetra Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek mengisi bulan Ramada, dengan aneka kegiatan. Salah satunya belajar Al-Qur'an braille.

Dengan mengandalkan indera perasa pada ujung jari jemari, empat siswa tunanetra tampak lincah mengidentifikasi huruf demi huruf dari kumpulan titik-titik timbul pada Al-Qur'an braille. Kumpulan titik tersebut merupakan huruf braille yang berisi ayat-ayat Al-Qur'an.

Salah seorang siswa, Seger Subekti mengaku telah empat tahun belajar membaca Al-Qur'an braille. Proses belajar membaca tersebut tidaklah mudah, karena ia harus menyinkronkan antara huruf dengan bacaan yang benar.

"Saya belajar dari kelas satu, Alhamdulillah sekarang sudah bisa, ya lumayan lancar," kata Seger, Senin (25/4/2022).

Menurut Seger, belajar membaca arab dengan braille membutuhkan ketelatenan. "Saya senang belajar braille ini, karena bisa membaca Al-Qur'an," ujarnya.

Kepala SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek Yesi Kurniawati mengatakan pada bulan Ramadan ini pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai materi pendalaman agama Islam hingga praktik ibadah dan belajar membaca Al-Qur'an.

"Yang disesuaikan dengan kondisi dan kekhususan anak-anak, misalnya tunagrahita kami isi dengan materi video, tunarungu juga bisa ikut yang materi video. Nah untuk tunanetra kami arahkan ke Al-Qur'an braille," kata Yesi.

Pembelajaran Al-Qur'an braille ini merupakan lanjutan dari kegiatan rutin yang biasanya digelar di sekolah. Dalam proses pembelajaran itu pihak sekolah mendatangkan pengajar khusus, sehingga siswa dapat membaca dengan benar.

"Karena yang dibaca ini adalah Al-Qur'an, sehingga harus benar bacanya," ujarnya.

Dari tujuh siswa tunanetra, baru empat yang arahkan untuk belajar braille tersebut, sebab tiga yang lainnya masih baru, sehingga membutuhkan proses penyesuaian terlebih dahulu.

"Proses pembelajaran braille untuk Al-Qur'an mulai kami ajarkan, hanya saja penerimaan dari para siswa bervariasi. Tapi rata-rata tiga tahun sudah mulai bisa," jelas Yesi.

Pihaknya berharap dengan pendalaman ilmu agama selama bulan Ramadan ini, para siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek dapat meningkatkan kemampuan dalam ilmu agama Islam.



Simak Video "Antusias Siswa SLB Trenggalek Belajar Al-Qur'an Braille saat Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)