Gus Ipul Hibahkan Aset Tanah Pemkot Pasuruan Untuk Bangun Lapas Terintegrasi

Muhajir Arifin - detikJatim
Jumat, 22 Apr 2022 04:10 WIB
Gus Ipul hibahkan aset pemkot untuk lapas terintegrasi
Penandatanganan hibah aset pemkot (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Kota Pasuruan -

Pemkot Pasuruan menghibahkan tanah kepada Lapas Kelas IIb Pasuruan. Tanah di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugulkidul itu akan dibangun Lapas Terintegrasi menggantikan Lapas di Jalan Panglima Sudirman saat ini.

"Langkah ini sebagai upaya mewujudkan kondisi lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang lebih baik dan tertata," kata Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, Jumat (22/4/2022).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, kerja sama antara Pemkot Pasuruan dan Kemenkum HAM, dalam hal ini Lapas Pasuruan itu untuk mengatasi kondisi overload. Lapas Terintegrasi akan dilengkapi dengan pesantren.

"Saat ini kondisi lapas, tidak hanya di Kota Pasuruan, sudah over load. Ini adalah sebuah problem yang sangat serius. Nanti jika sudah jadi Lapas Terintegrasi dan ada pesantren di dalamnya akan lebih banyak manfaatnya dan fungsinya berlipat ganda," ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, hibah aset berupa tanah itu sebagai langkah agar aset yang ada saat ini lebih memiliki nilai daya guna yang lebih besar. Ia berharap Lapas Terintegrasi secepatnya dibangun dan segera dilakukan proses relokasi.

Jika proses lokasi ke Lapas Terintegrasi rampung, gedung lapas saat ini akan dimanfaatkan sebagai wisata heritage. Aset Kemenkumham itu tetap berdaya guna sebagai penunjang kawasan wisata heritage yang tengah dikembangkan di Kota Pasuruan.

"Harapan kita, lapas lama yang dibangun sekitar tahun 1800 bisa dihibahkan kepada Pemkot Pasuruan, dan kita gunakan sebagai salah satu destinasi wisata heritage. Tentu manfaatnya akan lebih besar," ujarnya.

Kepala Lapas Pasuruan, Yhoga Aditya Kuswanto, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemkot Pasuruan atas dukungan dalam upaya mewujudkan berdirinya Lapas Terintegrasi. Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan akan menjadi percontohan di Indonesia.

"Ini adalah amanah yang sangat besar bagi Kemenkumham, khususnya Direkotrat Jenderal Pemasyarakatan yang menghendaki berdirinya Lapas Terintegrasi," ujar Yhoga.

Menurut Yhoga, Lapas Terintegrasi memiliki fungsi yang sangat besar, terlebih jika melihat kondisi saat ini di mana mayoritas warga binaan Lapas Pasuruan adalah narapidana kasus narkoba.

"Orang yang sudah kecanduan narkoba ini yang harus diobati adalah jiwanya, tidak bisa hanya diberikan obat penenang. Maka dengan adanya lapas terintegrasi yang di dalamnya ada pesantren dan tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba, akan menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua," pungkasnya.



Simak Video "Gus Ipul Sambut detikjatim: Semoga Bisa Wujudkan Jatim Moncer!"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)