Viral Polisi Pukuli Sopir Truk di Jombang Berakhir Damai

Viral Polisi Pukuli Sopir Truk di Jombang Berakhir Damai

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 11 Apr 2022 21:36 WIB
Polisi yang pukuli sopir truk di Jombang akhirnya berdamai.
Kasus polisi pukuli sopir truk di Jombang berakhir damai. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Kasus viral polisi pukuli seorang sopir truk di Jombang, berakhir damai. Meski begitu oknum polisi yang melakukan kekerasan akan tetap menghadapi sanksi etik dari kesatuannya.

Pemukulan itu terjadi di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang sekitar pukul 10.30 WIB. Korbannya sopir truk nopol AB 8246 RK berinisial CA (23) warga Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Jateng. Saat itu ia mengemudikan truk tanpa muatan dari Mojokerto ke Bojonegoro.

Dua anggota polisi dalam video yang viral di medsos adalah Aipda AW dan Aiptu IN. Keduanya anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Jombang. Oknum polisi yang memukuli sopir truk di video itu adalah Aipda AW.

"Untuk anggota kami, kami pastikan tetap akan melaksanakan proses (pemeriksaan pelanggaran) kode etik. Karena bagaimana pun tindakan kekerasan itu tidak dibenarkan," kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat kepada wartawan di Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (11/4/2022).

Proses pemeriksaan pelanggaran kode etik terhadap anggotanya itu, kata Nurhidayat, sedang ditangani Seksi Propam Polres Jombang. "Kode etik sambil berjalan. Ya, kami laporkan ke pimpinan. Untuk anggota menjadi tanggung jawab saya atas kesalahan-kesalahan ini," ujarnya.

Di lain sisi, kata Nurhidayat, pihaknya telah mempertemukan korban dengan oknum polisi bersangkutan di Mapolres Jombang. Menurutnya, kedua belah pihak telah sepakat menempuh jalur damai.

Perdamaian itu dibuktikan dengan surat pernyataan antara sopir truk CA dengan oknum anggota polisi Aipda AW dan Aiptu IN. Korban juga menerima santunan Rp 2,5 juta dari kedua polisi itu.

"Alhamdulillah, kedua pihak bisa saling memahami, menyadari, dan berdamai," ujarnya.

CA sendiri membenarkan bahwa dirinya memilih jalur damai untuk menyelesaikan persoalan itu sehingga ia tidak lagi akan menuntut oknum polisi yang memukuli wajahnya.

"Saya sudah memaafkan yang tadi melakukan kekerasan kepada saya. Saya juga mengakui salah, dari pihak kepolisian juga mengakui salah, dan kami putuskan untuk berdamai. Karena ini Bulan Puasa. Selanjutnya kami selesaikan kekeluargaan saja, sudah tidak ada perselisihan lagi," katanya.

Sebelumnya, CA dihentikan Aipda AW dan Aiptu IN saat melintas di wilayah Jombang. Kedua anggota polisi itu melakukan patroli untuk menertibkan kendaraan ODOL (over dimension/over loading)

CA mengira polisi menghentikan pengendara sepeda motor yang menyalip dirinya di marka lurus. Sehingga ia meneruskan perjalanannya. Sampai di Jalan Raya Desa Jabon dia baru sadar kalau kedua anggota polisi itu hendak menghentikan dirinya.

Sopir truk itu pun menepikan truknya. Di tempat inilah insiden pemukulan terjadi. Dalam video yang diterima detikJatim kedua polisi itu berusaha menyita kunci truk dari pintu sisi kanan. Namun, CA terus menangkisnya tangan petugas.

Aipda AW lantas melayangkan bogem ke wajah CA. Selanjutnya, ia memanjat pintu sebelah kanan truk. Aipda AW kembali melayangkan beberapa kali pukulan ke wajah korban karena upayanya menyita kunci truk terus dihalangi.



Simak Video "Viral Polisi di Tana Toraja Curhat Dimutasi Gegara Bongkar Korupsi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)