Viral Polisi Pukuli Sopir Truk di Jombang

Viral Polisi Pukuli Sopir Truk di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 11 Apr 2022 20:33 WIB
Oknum polisi di Jombang terekam dalam video memukuli seorang sopir truk hingga viral di grup-grup Facebook komunitas sopir truk.
Oknum polisi di Jombang terekam dalam video memukuli seorang sopir truk hingga viral di grup-grup Facebook komunitas sopir truk. (Foto: tangkapan layar/detikJatim)
Jombang -

Video seorang polisi memukul sopir truk di Jombang viral di media sosial. Akibat aksi pemukulan itu sopir truk mengalami luka lebam di wajahnya.

Dalam video yang diterima detikJatim terlihat 2 polisi berseragam berusaha menyita kunci truk dari pintu sisi kanan. Sebaliknya, sopir truk berkaus merah menangkis tangan petugas yang berusaha meraih kunci di bawah setir.

Salah satu oknum polisi itu lantas melayangkan bogem ke wajah sopir truk. Selanjutnya, polisi itu memanjat pintu sebelah kanan truk. Petugas kemudian melayangkan beberapa kali pukulan ke wajah sopir karena upayanya menyita kunci truk terus dihalangi.

Video berdurasi 30 detik ini beredar di salah satu grup sopir truk Jawa, Bali, Sumatera. Dalam waktu yang singkat video yang sama pun beredar ke grup-grup lainnya di Facebook.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat membenarkan adanya peristiwa anggota polisi pukuli warga seperti termuat dalam video yang viral itu. Nurhidayat menyebut peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Jombang Senin siang pukul 10.30 WIB.

"Tadi jam 10.30 ada peristiwa viral di medsos. Ada perbuatan kekerasan yang dilakukan anggota kami di lapangan terhadap korban Saudara CA," kata Nurhidayat kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (11/4/2022).

Dua anggota polisi dalam video itu adalah Aipda AW dan Aiptu IN. Keduanya anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Jombang. Sedangkan oknum polisi yang melayangkan bogem beberapa kali ke sopir truk adalah Aipda AW.

Nurhidayat menjelaskan, dua anggota polisi itu memang ia perintahkan menindak kendaraan angkutan barang yang over dimension/over loading (ODOL). Karena selama ini dia banyak menerima keluhan masyarakat soal kerusakan jalan di Jombang. Sebabnya, ya, karena kendaraan ODOL itu.

"Anggota kami melakukan konfirmasi. Namun, karena ada missed atau tidak berhenti, dilakukan penghentian paksa. Pemicunya missed saja, tidak mau berhenti. Terjadi kejar-kejaran, mungkin salah paham sehingga terjadi pemukulan," jelasnya.

Korban pemukulan oknum polisi itu adalah CA (23) Sopir Truk warga Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Jateng. Ia mengaku saat itu sedang mengemudikan truk tanpa muatan dari Mojokerto menuju Bojonegoro.

Sampai di wilayah Jombang, ia melihat ada mobil patroli polisi di sisi kanan. Ia tak menyangka bahwa petugas itu hendak menghentikan truknya. Sehingga CA terus melaju.

"Dari belakang ada motor yang menyalip, posisi markah lurus. Saya pikir mau menghentikan motor itu. Makanya saya jalan terus," ungkapnya kepada wartawan di Jombang.

Sampai di Jalan Raya Desa Jabon, kata CA, polisi yang sama kembali berupaya menghentikannya. Barulah ia menepikan truk dan membuka kaca pintu di sisi kemudi.

"Begitu bapak menempel di belakang saya, tot tot, saya sein kiri. Saya buka kaca langsung mau diambil kuncinya," tandasnya.

Kejadian selanjutnya polisi memukuli warga pun terjadi seperti yang ada di dalam video yang direkam kernet truk menggunakan kamera ponsel kemudian viral di media sosial. Akibat kekerasan itu CA mengalami luka lebam di pipi sebelah kanan.



Simak Video "Viral Polisi di Tana Toraja Curhat Dimutasi Gegara Bongkar Korupsi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)