Booster Jadi Syarat Mudik, Capaian Vaksin di Malang Baru 20 Persen

Booster Jadi Syarat Mudik, Capaian Vaksin di Malang Baru 20 Persen

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 29 Mar 2022 10:42 WIB
vaksin anak di malang
Ilustrasi vaksin (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Vaksin booster di Kabupaten Malang dan Kota Malang terus dikebut. Hingga hari ini, capaian vaksinasi baru menyentuh angka 20 persen kategori masyarakat umum dan lansia.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengungkapkan, upaya percepatan vaksinasi dosis tiga atau booster mengikuti stok ketersediaan vaksin yang dimiliki. Terakhir, Kota Malang hanya mendapatkan pengiriman 5 ribu dosis vaksin melalui Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

"Tentu percepatan vaksinasi khususnya dosis tiga kita gencarkan. Namun menyesuaikan stok vaksin yang kita miliki, terakhir dapat kiriman 5 ribu dosis," terang Husnul kepada detikJatim, Selasa (29/3/2022).

Husnul mengaku, stok 5 ribu dosis vaksin untuk dosis tiga tersebut, sudah disebar ke seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Malang yang menggelar vaksinasi setiap harinya. Ia merinci, untuk puskesmas dalam sehari hanya memberikan kuota sebanyak 200 dosis, sementara untuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik hanya 75 dosis per hari.

"Di puskesmas setiap hari ada, untuk vaksin booster. Dengan kuota 200 dosis. Kalau faskes seperti rumah sakit dan klinik hanya 75 dosis saja. Kita sekarang hanya punya vaksin AstraZeneca dan Moderna sebagai booster," akunya.

Berdasarkan capaian vaksinasi dosis tiga, lanjut Husnul, hingga 28 Maret 2022 tercatat baru 20,27 persen atau sebanyak 132.707 warga Kota Malang sudah menerima vaksin dosis tiga.

"Capaian vaksinasi kita sudah 20.27 persen atau 132.707 warga dengan kategori umum dan lansia yang sudah menerima vaksin dosis tiga," tegasnya.'

Husnul menambahkan, program percepatan vaksinasi akan terus berjalan meski memasuki bulan puasa ramadan. Pihaknya memastikan vaksinasi di puskesmas, rumah sakit dan klinik akan berjalan seperti biasanya.

"Untuk bulan puasa ramadan, vaksin di faskes (fasilitas kesehatan) tetap di jam kerja. Malam hari rencananya akan digelar di Polkesmas (Politeknik Kesehatan Malang) saja," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Arbani Mukti Wibowo mengungkapkan, capaian vaksinasi dosis tiga atau booster per 28 Maret 2022 baru mencapai 125.916 ribu warga atau 6.06 persen.

"Yang kita inginkan capaian vaksinasi dosis 2 dan dosis 3 jalan beriringan. Saat ini, dosis tiga baru 6.06 persen," kata Arbani terpisah.

Arbani menuturkan, percepatan vaksinasi terkendala dengan stok yang terbatas. Saat ini, kata Arbani, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memiliki stok vaksin jenis AstraZeneca dan Pfizer dengan jumlah antara 5 ribu sampai dengan 10 ribu dosis saja.

"Kita hanya punya vaksin AstraZeneca dan Moderna dengan jumlah 5 sampai 10 ribu dosis. Kami sudah setiap kali meminta penambahan stok, tetapi pengiriman belum ada," tegasnya.

Masih baru-baru ini, lanjut Arbani, Dinkes Kabupaten Malang terpaksa memusnahkan ratusan dosis vaksin karena telah kedaluwarsa. Arbani enggan menyebut jenis vaksin yang telah dimusnahkan tersebut.

"Kami pernah musnahkan 500 dosis vaksin, kalau jenisnya lupa. Karena sudah kedaluwarsa," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin Booster Kedua di Kota Yogyakarta Sasar 46 Ribu Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)