Dapat Migor Curah HET, Perajin Tahu di Bojonegoro Perpanjang Napas Produksi

Ainur Rofiq - detikJatim
Kamis, 24 Mar 2022 18:54 WIB
Ratusan jeriken milik warga produsen tahu goreng di Ledok Kulon, Bojonegero saat mengantre minyak goreng curah harga HET dari Polres Bojonegoro.
Ratusan jeriken milik warga produsen tahu goreng di Ledok Kulon, Bojonegero saat mengantre minyak goreng curah harga HET dari Polres Bojonegoro. (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Bojonegoro -

Produsen tahu rumahan di Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro kota sudah tiga hari ini mengeluh. Harga kacang kedelai naik sedangkan minyak goreng (migor) curah harga HET tiba-tiba lenyap. Karena itu ketika dapat suplai 5.116 kilogram migor curah harga HET dari polisi, para produsen tahu itu menjadi lega.

"Masya Allah, pontang-panting golek lengo angel tenan. Ora saitik lho mas sing akhire ora gawe tahu. Iki oleh lengo saitik dibagi rata 15 literan. Nek wes entek maneh, ya, mugi-mugi nang pasar wis normal mengko (Masya Allah, pontang-panting cari minyak goreng susah benar. Tidak sedikit yang akhirnya berhenti produksi tahu. Ini dapat minyak goreng sedikit dibagi rata 15 literan. Kalau sudah habis lagi ya mudah-mudahan nanti di pasar sudah normal," ujar Ketua Paguyuban Produsen Tahu Pranyoto, Kamis (24/3/2022).

Para produsen tahu di Ledok Kulon ini bisa bernapas lebih lega karena masih ada satu hal yang menjadi keresahan mereka. Harga kedelai belakangan terus naik. Neti(45) yang juga produsen tahu goreng di Ledok Kulon mengaku sudah tiga hari tidak berjualan karena minyak goreng curah langka dan harga kedelai naik.

"Aku sudah tiga hari ini tidak jualan soalnya harga kedelai mahal dan minyak goreng curah langka. Alhamdulillah ini dapat migor meski cuma 20 kg," kata Neti.

Dari data yang dihimpun Disperindag Jatim harga rata-rata kedelai impor di Bojonegoro naik Rp 500/kg. Dari Rp 12.500/kg menjadi Rp13.000/kg pada 21 Maret. Sedangkan kedelai lokal dari Rp 15 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu/kg di hari yang sama.

Untuk meringankan beban para pengusaha tahu di Ledok Kulon, Polres Bojonegoro bekerja sama dengan distributor minyak goreng dan Disperindag Kabupaten Bojonegoro menyediakan 5.116 kilogram migor curah harga sesuai HET untuk mereka.

Suplai minyak goreng curah harga murah ini dipusatkan di salah satu rumah warga. Kurang lebih 250 jeriken milik setiap warga produsen tahu dijajar rapi untuk diisi 15 kg sampai 20 kg migor curah untuk setiap orang dengan harga per kg Rp 15.500.

"Hari ini kami datangkan minyak goreng curah yang katanya sudah hampir beberapa hari ini sulit didapat. Kami bersama Dinas Perdagangan dan TNI memberi solusi supaya masyarakat bisa tetap berusaha memenuhi kebutuhan apalagi sebentar lagi bulan puasa, sehingga ke depan akan kami pantau terus harga minyak goreng ini," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad.



Simak Video "Akan Dilarang Pemerintah, Berikut Bahaya Minyak Goreng Curah"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)