Sinergi Pemkot Surabaya-Mitra Dorong Penggunaan Produk UMKM di Hotel

Erika Dyah - detikJatim
Rabu, 23 Mar 2022 12:06 WIB
Pemkot Surabaya
Foto: Pemkot Surabaya
Jakarta -

Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan puluhan hotel berbintang di Kota Pahlawan. Melalui sinergi ini, Pemkot Surabaya berkomitmen mendukung penggunaan produk UMKM di hotel berbintang sekaligus memberdayakan minimal 50 persen pekerja dari masyarakat setempat.

Adapun langkah ini merupakan upaya Pemkot Surabaya dalam menjawab berbagai tantangan serta kondisi pandemi COVID-19 yang menimpa sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal, UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali di Surabaya.

Diketahui, kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) antara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan pihak perwakilan dari 46 hotel se-Kota Surabaya. Penandatanganan ini berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya pada Jumat (18/3).

"Dengan kekuatan yang luar biasa antara pemerintah kota dengan semua stakeholder, maka saya yakin, kemiskinan, pengangguran, dan permasalahan di Kota Surabaya bisa kita selesaikan dan lewati," kata Eri dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

Eri menjelaskan pihaknya terus membuka kesempatan lebar bagi setiap investor yang ingin menanamkan modal di Surabaya sebagai upaya menggeliatkan sektor perekonomian Kota. Menurutnya, Kota Pahlawan ini menjadi salah satu destinasi primadona investasi di Indonesia dengan kemudahan akses perizinan serta infrastruktur yang memadai.

"Membangun kota itu harus dengan kebersamaan dan gotong royong. Karena itu kalau ada investasi masuk, jangan pernah ganggu investasi di Surabaya. Tapi ketika investasi itu ada, maka secara otomatis saya sampaikan harus bisa menarik warga sekitarnya," jelasnya.

Eri mengungkap saat ini sejumlah rencana investasi telah siap direalisasikan. Kota Surabaya juga tetap konsisten mencatatkan diri sebagai destinasi investasi utama di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2021, capaian investasi di Surabaya mencapai Rp29,22 triliun dan menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia.

"Investor yang masuk ke Surabaya pastinya akan membutuhkan mitra untuk menunjang supply chain bisnis maupun operasional perusahaannya. Di situlah pintu kolaborasi dengan UMKM terbuka, dan akan kami fasilitasi," paparnya.

Ia menjelaskan kemitraan tersebut ditunjukkan salah satunya melalui kerja sama dengan 46 hotel di Surabaya. Menurutnya, puluhan akomodasi jasa penginapan itu siap melengkapi kebutuhan hotelnya dengan produk-produk UMKM kebanggaan Kota Surabaya sekaligus melengkapi kebutuhan tenaga kerja minimal 50 persen berasal dari warga Surabaya.

Meski demikian, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga meminta agar setiap produk UMKM yang ditawarkan tetap memperhatikan harga maupun kualitas. Sehingga, setiap produk UMKM yang dikirim sesuai dengan kebutuhan dan standar yang diinginkan pihak hotel.

"Karena itu pemkot membantu meningkatkan kemampuan dari UMKM kita. Sehingga produknya bisa diambil oleh hotel-hotel sesuai standarnya," ujarnya.

Eri memastikan Pemkot Surabaya tak sekadar memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Sebab melalui Surabaya Kriya Gallery (SKG), UMKM diberi pembinaan agar kualitasnya naik kelas.

Ia menjabarkan sejumlah pembinaan yang dilakukan di SKG, mulai dari pendampingan, riset pasar, hingga product development. Selain itu, pihaknya juga melakukan kurasi kepada setiap produk UMKM yang akan dihadirkan pada hotel-hotel di Kota Surabaya.

"Seperti sandal hotel, makanan kecil (kue), kebutuhan seperti sabun, tusuk gigi itu semuanya bisa dipenuhi Pemkot Surabaya. Juga ada sayur-sayuran. Setelah itu tenaga kerjanya minimal 50 persen harus orang Surabaya dan ini semua harus disepakati," harapnya.

Baca halaman berikutnya..



Simak Video "Jokowi: Pemerintah Kalau Nggak Urus UMKM, Keliru & Salah Besar!"
[Gambas:Video 20detik]