Juanda Dibuka untuk PPLN-Umroh, Pakar Ingatkan Potensi Munculnya Varian Baru

Juanda Dibuka untuk PPLN-Umroh, Pakar Ingatkan Potensi Munculnya Varian Baru

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 12 Mar 2022 21:44 WIB
Epidemiolog Dr Windhu Purnomo
Epidemiolog Dr Windhu Purnomo (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan telah mengizinkan Bandara Juanda membuka penerbangan untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan umroh. Dalam 1-2 hari ke depan, Bandara Juanda telah membuka penerbangan PPLN dan umroh.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Dr Windhu Purnomo menyebut pemerintah harus tetap memperketat kedatangan WNA ataupun WNI yang baru saja dari luar negeri.

"Nah kalau soal kelonggaran mulai dibuka, bandara internasional dibuka, prinsipnya kan orang boleh masuk dan mereka negatif itu prinsipnya. Kalau positif tetap isolasi, dan minimal saat entry atau kedatangan saat mendarat dilakukan tes swab. Meski negatif, nantinya di hari ke-3 tetap tes lagi meski tidak karantina. Minimal dua kali tes, itu prinsipnya," kata Windhu kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

Windhu menjelaskan pemerintah harus benar-benar memantau WNA/WNI yang baru masuk Jatim melalui Juanda. Pemantauan itu bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi peduli lindungi.

"Kemudian semua pelaku perjalanan luar negeri baik itu WNA atau WNI harus memindai dengan aplikasi peduli lindungi. Artinya dengan PeduliLindungi itu orang aman, selama orang yang di sana hijau tidak ada masalah, baik di ruang umum atau ruang publik," bebernya.

Windhu mengungkapkan kondisi penyebaran COVID-19 di Jatim relatif menurun. Menurutnya, pemerintah di Jatim sudah berhasil menekan penyebaran kasus COVID-19 sejak berada di puncak pada pertengaham Februari 2022 lalu.

"Kalau kondisi Jatim kan sudah 40 persen dari puncak kasusnya dan itu gak sampai 20 hari. Ya mudah-mudahan sisanya 40 persen menjelang bulan Ramadan juga terus turun, asal gak ada varian baru loh ya," ungkapnya.

Windhu juga mewanti-wanti pemerintah untuk mewaspadai potensi munculnya varian COVID yang baru.

"Dan mudah-mudahan Omicron ini kan memang cepat menular tapi hospitality rendah, mortalitasnya rendah, apalagi sekarang sudah turun. Yang penting jangan ada varian baru," katanya.

"Nah yang bisa jawab apa ada varian baru? Kita gak tahu. Yang tahu hanya virusnya, kita gak tahu karena itu unpredictable. Berdoa saja, langkah kita, pemerintah, sudah on the track," tandasnya.



Simak Video "Kepanikan Penumpang Citilink Saat Mendarat Darurat di Juanda"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)