PWNU Jatim Bela Menag soal Analogikan Toa Masjid-'Gonggongan Anjing'

Tim DetikJatim - detikJatim
Kamis, 24 Feb 2022 18:41 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) buka suara terkait kontroversi ucapan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang mengumpamakan suara azan dari pengeras suara dengan "gonggongan anjing."

Gus Salam ini menilai pernyataan Menteri Agama itu tak ada unsur atau maksud menyamakan suara azan dan "gonggongan anjing". Ucapan Yaqut ini disampaikan saat menjawab terkait aturan toa masjid.

"Tidak ada maksud Pak Menag untuk menganalogikan suara azan dengan gonggongan anjing," ujar Gus Salam kepada detikjatim, Kamis (24/2/2022).

Gus Salam menilai Yaqut merupakan seorang santri dan paham permasalahan agama. Tak hanya itu, Yaqut juga merupakan muslim yang taat. Sehingga tak mungkin akan menganalogikan azan dengan gonggongan.

"Karena beliau sangat tahu dengan permasalahan agama dan juga beliau ini santri serta muslim yang taat," jelas Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Jombang ini.

Sedangkan menanggapi sejumlah orang yang ingin melaporkan Yaqut ke polisi. Gus Salam menyebut hal itu berlebihan dan hanya membuat gaduh saja.

"Saya kira terlalu berlebihan, ini kan tak terlalu substantif kok kita gaduh. Menurut saya lebih baik fokus bagaimana toleransi beragama dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga," terangnya.

Gus Salam menyebut jika memang ada yang dinilai kurang pantas oleh sejumlah orang, maka cukup dengan memintanya maaf saja. Tapi bukan dengan main lapor polisi.

"Kalau ada narasi kurang pantas ya maksimal cukup minta menag minta maaf. Karena minta maaf kan budaya kita. Tapi kalau melaporkan atau membully atau mencaci ini yang berlebihan," kata Gus Salam.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut disebut-sebut telah menganalogikan suara azan dengan "gonggongan anjing," Hal ia sampaikan saat menjawab pertanyaan soal penerbitan surat edaran yang mengatur penggunaan Toa di masjid dan musala.



Simak Video "Heboh Konvoi Khilafah di Cawang, Menag: Tidak Boleh di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)