Ingat Pesan Dokter, Ini yang Harus Dilakukan Pasien Omicron Saat Isoman

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 17 Feb 2022 07:13 WIB
A young woman in quarantine wearing a mask and looking through the window
Ilustrasi (Foto: Getty Images/MarioGuti)
Surabaya -

Kasus COVID-19 terus meningkat, khususnya varian Omicron. Bagi pasien OTG dan bergejala ringan, diimbau isoman. Dokter juga berpesan untuk masyarakat agar tetap prokes dan melakukan vaksin.

Dokter spesialis paru RS Universitas Airlangga (Unair) dr Alfian Nur Rosyid Sp P(K) FAPSR FCCP mengatakan pasien Omicron lebih ringan dibandingkan varian lain, termasuk Delta.

Agar kasus tidak terus melonjak, dia berpesan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes. Terlebih saat ini PPKM di Surabaya naik menjadi Level 3.

"Tapi tetap tidak boleh abai, kalau virus ini masuk ke seseorang, dia tidak bisa melakukan aktivitas, harus isoman, tidak bisa kerja dan ketemu orang lain. Meski kondisi ringan tetap ada pembatasan kalau positif ga bisa kemana-mana, harus isoalasi," kata dr Alfian saat dihubungi detikJatim, Kamis (17/2/2022).

Meski sudah isoman, tetap dilakukan tracing kepada kontak erat. Alfian mengatakan, meski merasa tidak nyaman tetapi harus dilakukan demi kesehatan bersama.

"Tetap tracing pada orang yang kontak. Ndak nyaman memang secara sosial, pada dirinya, keluarga, lingkungan dan rekan kerja. Dihubungi puskesmas kontak dengan siapa, ndak nyaman," jelasnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes. Pun vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Terlebih booster. Sebab dengan booster, bisa membantu meringankan gejala.

"Membantu vaksinnya, 6 bulan dari vaksin dosis 2. Harapannya supaya kekebalan tubuhnya ditambah lagi," ujarnya.

Alfian menyarankan untuk isoman atau isoter bagi pasien OTG dan gejala ringan. Pemilihan isolasi tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

"Kalau sanggup isolasi mandiri ya mending isolasi mandiri. Yang penting fasilitas tersedia, akses obat dan pemeriksaan tersedia. Kalau tidak bisa, tidak ada yang mennyiapkan makanan, tidak ada tempat tinggal sendiri, mungkin rumahnya banyak keluarga, risiko. Mending isoter," pungkasnya.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)