Tohpati Bela Bumi Pertiwi Bawa Pesan Hari Cinta Bangsa

Erliana Riady - detikJatim
Selasa, 15 Feb 2022 17:04 WIB
drama kolosal peta
Drama kolosal PETA (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Drama kolosal PETA digelar Senin (14/2) malam. Gelaran ini mengusung konsep membangun rasa cinta anti lebay dengan cinta dan bela bangsa.

Tak seperti gelaran sebelum pandemi yang melibatkan sekitar 400 pemain. Drama kolosal peringatan Hari PETA tahun ini hanya melibatkan 128 personel. Terdiri atas seniman seniwati tari, pelajar dan beberapa kepala OPD yang berperan sebagai pemain.

Dengan durasi sekitar satu jam, perhelatan tahunan ini semarak digelar di bawah rintik hujan. Lighting yang mendukung performa para pemain, menghidupkan pementasan yang bertajuk 'Tohpati Bela Bumi Pertiwi'.

drama kolosal petaDrama kolosal PETA (Foto: Erliana Riady)

Acara yang selalu digelar bersamaan dengan perayaan valentine ini mengusung pesan implementasi rasa cinta anti lebay, yang lebih luas dan mendalam. Yakni rasa cinta dan bela kepada Bangsa Indonesia.

"Tohpati Bela Bumi Pertiwi. Bersamaan momen hari kasih sayang, kami ingin mengajak generasi muda memperingati hari kasih sayang anti lebay, anti cengeng hanya kepada seseorang. Namun kita implementasikan rasa kasih sayang dan cinta itu untuk membela bangsa," ujar Sutradara pementasan drama kolosal PETA, Redi Wisono kepada detikJatim, Selasa (15/2/2022).

Menurut Redi, lahirnya pemberontakan PETA Blitar bermula dari rasa cinta bangsa dan tanah air. Ingin melepaskan diri dari penjajahan dan merdeka dengan keadilan bagi masyarakatnya. Perjuangan tentara PETA mempertaruhkan jiwa raga demi persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saat ini, mulai muncul embrio-embrio disintegrasi bangsa. Dengan pementasan ini bertepatan hari kasih sayang, kami ingin membangkitkan rasa nasionalisme anak-anak bangsa. Mari kita curahkan cinta kita pada bangsa agar keutuhan NKRI terjaga," tandasnya.

Pemkot Blitar juga ingin menggaungkan gelaran drama kolosal PETA ini ke kancah nasional. Dengan harapan, tanggal 14 Februari yang identik dengan perayaan mengungkapkan cinta bersifat personal bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih positif dan membangkitkan rasa nasionalisme.

"Kami akan konsisten menyuarakan dan mendorong, tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai Hari Cinta Bangsa. Sehingga budaya yang bertentangan dengan norma dan agama, bisa kita alihkan secara positif untuk penguatan karakter Bangsa Indonesia," tandas Wali Kota Blitar, Santoso.



Simak Video "Rayakan Pelantikan, Wali Kota Blitar Bernyanyi Tanpa Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)