Akses Warga Magetan Terhalang Selokan Tetangga, Ini Pemicu Awalnya

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 11 Feb 2022 15:49 WIB
selokan halangi akses jalan rumah di magetan
Selokan yang dibuat melintang di tengah jalan (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan -

Akses jalan dua rumah di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan terhalangi selokan yang dibuat oleh tetangganya. Akibatnya dua pemilik rumah tak bisa mengakses keluar menuju jalan utama desa menggunakan kendaraan.

Perangkat desa menyebut munculnya selokan yang dibuat oleh Sungkono hingga akses jalan dua pemilik rumah Partini dan Jumadi PB dipicu adanya perselisihan.

"Memang ada perselisihan dari tiga keluarga itu," ujar Ketua RT setempat Sugito saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (11/2/2022).

Perselisihan tiga keluarga tersebut, kata Sugito, berawal saat keluarga Partini dan Jumadi mengeluhkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi yang dibuang oleh Sungkono. Meski Sungkono membuang kotoran sapi di tanah miliknya sendiri namun saat hujan, kotoran itu terbawa air masuk ke selokan di seberang jalan rumah Partini dan Jumadi.

"Itu awalnya soal pembuangan kotoran sapi oleh pak Sungkono yang meski di tanahnya tapi dekat dengan rumah Partini dan Jumadi. Saat hujan, kotoran mengalir ke selokan dan menimbulkan bau," kata Sugito.

Sugito menjelaskan, terkait bau yang ditimbulkan pembuangan kotoran sapi, pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang tidak dekat rumahnya. Namun Sungkono menolak dengan dalih pembuangan kotoran sapi masih di tanahnya sendiri.

"Pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang jauh dari rumah tetangga. Tapi pihak pak Sungkono keberatan katanya tanahnya sendiri. Pihak perangkat desa ini juga masih berupaya memediasi agar rukun kembali," terang Sugito.

Perselisihan terkait pembuangan kotoran sapi juga dibenarkan oleh Partini. Namun pihaknya sudah pasrah atas sikap Sungkono yang membuat galian di akses jalan dan dijadikan selokan.

"Memang betul kemarin berawal seperti yang diceritakan pak RT itu. Atas adanya bau dari kotoran sapi kalau hujan terbawa air masuk selokan depan rumah saya. Itu didepan kotorannya persis depan teras saya," papar Partini.

Partini mengaku terkait bau kotoran tersebut dirinya dan Jumadi menutup selokan dengan tanah Hinga memicu Sungkono membuat selokan melintang jalan. Bahkan saat pihaknya dan Jumadi mau memasang gorong-gorong tidak diperbolehkan oleh Sungkono.

"Karena selokan kemasukan kotoran sapi dan bau saat hujan saya dan pak Jumadi mengurug Selokan dan memasang pagar memanjang hingga menutup tanah milik saudara pak Sungkono itu," ucap Partini.

"Hingga akhirnya jalan digali dibuat selokan ini," imbuhnya.

Pantauan detikJatim, akses jalan rumah Partini dan Jumadi PB terhalangi lubang selokan sepanjang sekitar 3 meter. Selokan yang berupa cangkulan tanah masih baru tersebut mempunyai kedalaman sekitar 50 cm. Aroma tak sedap juga muncul dari selokan tersebut.

Selokan yang melintang di akses jalan itu dibuat oleh Sungkono pada Selasa (8/2). Selokan itu menghalangi jalan keluarga Partini dan Jumadi. Kini keluarga Partini dan Jumadi untuk menuju jalan utama desa Sukowidi harus memutar sekitar 1 km melewati jalan akse ke sawah.



Simak Video "Waduh, Akses Jalan Perumahan di Cianjur Ditembok Pemilik Tanah"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)