Warga Magetan yang Akses Jalannya Terhalang Selokan Terpaksa Lewat Sawah

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 11 Feb 2022 13:26 WIB
akses jalan warga magetan terhalang selokan
Jalan yang diuruk dan digunakan akses ke persawahan menuju jalan umum (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan -

Akses jalan dua rumah di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan terhalangi selokan yang dibuat oleh tetangganya. Akibatnya dua pemilik rumah tak bisa mengakses keluar menuju jalan utama desa menggunakan kendaraan.

Dua pemilik rumah yang aksesnya terhalangi selokan adalah Partini dan Jumadi PB. Meski bisa berjalan kaki lewat jalan yang dibuat selokan tersebut, namun mereka enggan melewatinya. Mereka lebih memilih memutar melalui akses jalan persawahan.

"Saya lewat jalan yang biasanya untuk ke sawah warga," ujar Partini (48) kepada detikJatim, Jumat (11/2/2022).

Partini mengaku keluarganya dan keluarga Jumadi hanya pasrah dan tidak mau ambil pusing dengan ulah Sungkono (60) yang membuat selokan melintang tengah jalan. Dirinya terpaksa membuat jalan dengan memasang gorong-gorong di jalan menuju sawah yang sebelumnya hanya bambu.

"Saya sudah pasrah biar perangkat yang mengurusi selokan, ini kemarin saya dan pak Jumadi beli gorong-gorong dipasang ke saluran air yang dekat sawah," kata Partini.

Partini menjelaskan dirinya juga menguruk jalan depan rumahnya agar bisa dilalui sepeda motor.

"Bersama pak Jumadi akhirnya mengurung jalan depan rumah biar bisa dilewati sepeda motor. Semoga nanti ada yang peduli dengan permasalahan ini. Dibantu warga tetangga juga ini meratakan urug," terangnya.

Partini menambahkan akses jalan melalui jalan persawahan tersebut tersambung dengan jalan antar RT yang menghubungkan jalan utama desa. Dengan melewati jalan persawahan tersebut Partini berarti memutar sejauh sekitar 1 km untuk menuju jalan utama desa.

"Memutar ada kalau 1 km lewat akses jalan persawahan. Sebenarnya dekat kalau tidak ada selokan yang melintang karena hanya 300 meter saja," ungkapnya.

Partini menambahkan meski selokan yang melintang di jalan tidak dipagar dirinya mengaku tidak akan mau melewati. Dirinya memilih memutar lebih jauh. "Gimana mau lewat sudah seperti ini kondisi. Lebih baik memutar lewat jalan sawah. Ndak lewat depan, mending lewat jalan belakang," tandasnya.

Sebelumnya, tetangga Partini bernama Sungkono mencangkuli jalan untuk dibuat selokan yang melintang di akses jalan. Selain menutup jalan keluarganya, lanjut Partini, selokan juga menutup akses jalan keluarga Jumadi PB yang rumahnya bersebelahan dengannya



Simak Video "Blokade TPST Piyungan Dibuka, Truk Sampah Boleh Masuk"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)