Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Ini Imbauan PERSI untuk RS di Jatim

Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Ini Imbauan PERSI untuk RS di Jatim

Hanaa Septiana - detikJatim
Rabu, 02 Feb 2022 16:31 WIB
Jumlah Kasus Omicron di Indonesia ada 47 Kasus, Ini 3 Faktanya
Foto: BBC Magazine
Surabaya -

Kasus COVID-19 kembali melonjak di Surabaya. Untuk mengantisipasi pandemi gelombang 3, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Surabaya menghimbau kepada rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi dan menyiapkan tenaga kesehatan (nakes).

Ketua PERSI Surabaya dr Didi Dewanto SpOG mengatakannya pada detikJatim Rabu (2/1/2022). Pihaknya telah menghimbau kepada semua rumah sakit untuk menyiapkan sejumlah hal terkait antisipasi gelombang 3 covid-19.

"Seperti Alat Pelindung Diri (APD), obat-obatan, tabung oksigen, ruang Isolasi, dan tenaga medis," kata dr Didi melalui sambungan Whatsapp.

Menurut dia, tiap rumah sakit juga telah diimbau untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi jika terjadi lonjakan kasus.

"Kami selalu imbau untuk meningkatkan ruang isolasi hingga 60-70 persen dari total kapasitas ruang perawatan," tutur dr Didi.

Lantas, pihaknya juga menghimbau agar RS juga menyiapkan tenaga medis. Jika memang diperlukan, RS harus segera merekrut sukarelawan nakes agar tidak kekurangan saat gelombang tiga benar-benar terjadi.

"Karena kalau ada lonjakan kasus, yang jadi masalah adalah kekurangan nakes. Agak sulit mencari nakes saat dibutuhkan, karena banyak RS yang sama-sama membutuhkan," jelas dia.

Kemudian, pihak PERSI Jatim juga telah melakukan himbauan kepada RS melalui guna kesiapan dalam antisipasi lonjakan pasien COVID-19. Seperti memastikan ruang isolasi, sumberdaya manusia dan alat kesehatan (alkes), obat, APD, dan oksigen.

"Alhamdulillah, RS di Jatim insyaallah siap menghadapi bila ada peningkatan kunjungan pasien COVID-19, tapi semoga hal tersebut tidak terjadi," kata KETUA PERSI Jatim dr Hendro Soelistijono melalui sambungan whatsapp pada detikJatim.

Dia juga mengatakan bahwa semenjak awal pandemi, PERSI Jatim menghimbau RS untuk tidak mengubah susunan dan kapasitas ruang isolasi. Untuk menyiapkan jika terjadi lonjakan kembali.

"Semenjak pandemi yang lalu kami sudah sampaikan untuk tidak merubah dulu ruang isolasinya," tandas dr Hendro.

Sementara itu, sejumlah RS di Surabaya sudah menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi gelombang ketiga. Misalnya RSI Jemursari yang menyiapkan 75 ruang isolasi. Itu dianggap sesuai standar peraturan yang ada dalam panduan teknis rumah sakit saat pandemi.

Namun, pihak RSI juga siaga saat lonjakan kasus lebih dari itu. Yakni sebanyak 150 ruangan isolasi, seperti yang digunakan Juli lalu.

"Jadi ada ruangan yang memang siap diubah menjadi ruangan isolasi saat lonjakan kasus," kata Direktur Utama RSI Jemursari dr Bangun T Purwakan SpOG (K) MKes. Begitu pula dengan obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang telah disiapkan pengadaannya.

Pihaknya juga berencana merekrut tenaga kesehatan saat lonjakan kasus terjadi. Sebab, nakes yang direkrut pertengahan tahun lalu telah habis masa kontraknya. Sebab, nakes untuk ruang isolasi disiapkan khusus dengan kemampuan High Care Unit (di ruang isolasi).

"Untuk nakes sekarang dengan kemampuan High Care Unit memang jumlahnya belum cukup jika ada lonjakan," jelas dr Bangun.



Simak Video "Obat Covid-19 untuk Pasien Isolasi Mandiri Masih Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/iwd)